Kominfo Gelar Kompetisi TIK untuk Disabilitas, Diikuti Ribuan Peserta

ADVERTISEMENT

Kominfo Gelar Kompetisi TIK untuk Disabilitas, Diikuti Ribuan Peserta

Dea Duta Aulia - detikInet
Rabu, 05 Okt 2022 19:35 WIB
Logo Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) menyelenggarakan Kompetisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Nasional 2022 untuk disabilitas secara daring. Acara ini diselenggarakan untuk meningkatkan literasi dan kompetensi TIK di kalangan disabilitas.

Direktur Sumber Daya dan Administrasi BAKTI Kominfo Fadhilah Mathar mengatakan ada empat kategori disabilitas yang mengikuti kegiatan tersebut yakni disabilitas fisik, sensorik, mental, dan intelektual.

Adapun program tersebut terdiri dari serangkaian kegiatan pelatihan dan kompetisi yang telah dimulai sejak bulan Agustus 2022 dan berakhir pada pertengahan Oktober 2022. Rangkaian tahapannya yakni Training of Trainer (TOT), Digital ICT Camp for Youth with Disabilities, Pelatihan TIK Nasional secara daring bagi disabilitas angkatan kerja, dan Kompetisi TIK secara bagi disabilitas angkatan kerja.

"Kami mengharapkan kegiatan ini dapat memacu potensi angkatan kerja disabilitas dalam memanfaatkan TIK untuk berkreasi, menambah ilmu, bermanfaat untuk menunjang pekerjaan, dan menciptakan produktivitas," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (5/11/2022).

Pihaknya mencatat ada sebanyak 2.157 orang yang mengikuti Kompetisi TIK. Sebanyak 227 orang di antaranya lulus seleksi mengikuti kegiatan Digital ICT Camp for Youth with Disabilities dengan rincian 186 peserta, 16 pengajar, 16 pengelola kelas, dan 9 juru bahasa isyarat.

Sebanyak 1.233 peserta lainnya lulus seleksi untuk mengikuti kegiatan Pelatihan TIK secara daring bagi disabilitas angkatan kerja. Ia menambahkan kegiatan ini melibatkan 1.049 peserta, 80 pengajar, 80 pengelola kelas, dan 24 juru bahasa isyarat berasal dari 241 lembaga di Indonesia.

"Dari 1.049 peserta pelatihan TIK tersebut, 853 orang di antaranya berhasil melaju ke Kompetisi Tingkat Regional. Peserta yang mengikuti kompetisi adalah yang memenuhi ketentuan jumlah kehadiran jam pelajaran (JP) pada live session pelatihan melalui Zoom Meeting," katanya.

Sementara itu, Kepala Divisi Hukum BAKTI Kominfo Darien Aldiano mengatakan mengembangkan kemampuan dalam bidang TIK merupakan hak semua orang, termasuk penyandang disabilitas. Pasalnya, saat ini, perkembangan teknologi digital kian cepat. Oleh karena itu penguasaan teknologi digital sangat dibutuhkan di era seperti saat ini.

"Ke depannya generasi muda harus mampu menjaga kemampuan atau skill bidang TIK, karena kebutuhan dan peluang di era digital akan semakin meningkat sementara perkembangan teknologi digital juga semakin cepat," katanya.

Ia mengajak para peserta yang ikut pada ajang itu memanfaatkan lomba tersebut sebagai momentum melahirkan ide-ide kreatif yang bermanfaat bagi masa mendatang.

"Tentu saja semua peserta sekarang sudah menguasai teknik dan skill bagaimana memanfaatkan perangkat TIK. Maka, ini menjadi momen yang sangat baik untuk melahirkan ide-ide kreatif yang akan membawa perubahan di masa depan," tutup Darien.



Simak Video "Kejagung Naikkan Kasus Dugaan Korupsi BTS Kominfo ke Penyidikan"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT