Ini Cara Penjual Es Madiun Berkomunikasi dengan Hacker Bjorka

ADVERTISEMENT

Ini Cara Penjual Es Madiun Berkomunikasi dengan Hacker Bjorka

Tim - detikInet
Minggu, 18 Sep 2022 15:58 WIB
Channel Telegram Bjorkanism yang diduga dijual MAH ke admin Bjorka (dok detikcom)
Foto: Channel Telegram Bjorkanism yang diduga dijual MAH ke admin Bjorka (dok detikcom)
Jakarta -

MAH, seorang pemuda asal Madiun, Jawa Timur, telah ditetapkan sebagai tersangka karena polisi menilai ada peran pria 21 tahun itu membantu hacker Bjorka yang diburu Pemerintah Indonesia. Bagaimana cara MAH berkomunikasi dengan Bjorka?

Sebelumnya, MAH diamankan Tim Cyber Mabes Polri pada Rabu (14/9). Dia kemudian dibawa ke Mapolsek Dagangan, lalu diterbangkan ke Jakarta untuk diperiksa di Mabes Polri. Lalu pada Jumat (16/9) pagi, MAH dipulangkan oleh polisi. Tak berselang lama, statusnya pun berganti menjadi tersangka.

Kepada detikJatim, MAH menceritakan, sebelum mengenal hacker Bjorka, ia lebih dahulu menggunakan aplikasi percakapan Telegram. MAH mengaku sudah menggunakan telegram sejak tahun 2017. Saat itu, ia membuat sebuah channel di layanan milik Pavel Durov tersebut.

"Sebelum mengenal hacker Bjorka, saya main media sosial Telegram sudah sejak 2017," kata MAH kepada detikJatim, Minggu (18/9/2022).

Ketika ditanya lebih lanjut, terkait nama channel telegram yang dibuatnya, MAH mengaku lupa. Lalu, saat nama hacker Bjorka mulai mencuat dengan membongkar data-data pemerintahan, ia kemudian tercetus yang akhirnya iseng membuat channel dengan nama @bjorkanism sejak 8 September 2022, namun baru memposting konten untuk pertama kali pada 10 September 2022.

MAH bercerita, sejak tanggal 10 September, dirinya baru meng-upload tiga konten yang berbau Bjorka. Saat itu, MAH mengaku telah tergabung dalam grup channel telegram Bjorka dan mulai memposting konten.

"Saya juga akhirnya masuk grup Bjorka setelah tahu linknya dapat dari web breached.to (web resmi Bjorka) dan mulai posting sejak tanggal 10 September 2022 hanya ada tiga postingan," papar MAH.

Tiga postingannya itu, menurut MAH diunggah selama tiga hari berturut-turut, yakni sejak tanggal 10 hingga 13 September. Saat itu, ia memposting hal-hal yang berbau ancaman pembocoran data pemerintah di akun @bjorkanism. MAH mengaku karena postingannya itu, ia memperoleh 60 ribu pengikut.

Lalu, usai mendapat 60 ribu pengikut, MAH mengaku ada seseorang yang bertanya di grup privat telegram yang diikutinya. Orang tersebut tengah mencari pemilik akun telegram @bjorkanism dan hendak membeli channel tersebut.

"Saya ada di grup Bjorka itu yang anggotanya ada sekitar 25 ribu waktu itu, kalau sekarang ndak tahu. Saat itu ada salah satu admin grup bertanya soal siapa pemilik channel @bjorkanism. Kemudian saya DM, ngobrol jika channel saya mau dibeli seharga US 100 dolar namun dalam bentuk bitcoin," tuturnya.

Tawaran pembelian channel telegram pribadinya oleh admin Bjorka, membuat senang MAH dan langsung disepakati. Karena, baik MAH dan keluarganya tengah butuh uang untuk kebutuhan sehari-hari.

"Dapat tawaran uang segitu sangat senang dan mencairkan bisa bantu orang tua bayar hutang dan buat bayar angsuran cicilan sepeda motor," imbuhnya.

Kini, MAH telah ditetapkan tersangka yang menurut polisi ada peran MAH membantu hacker Bjorka. Ia pun menyesal dan meminta maaf ke publik karena menjual channel Telegram pribadinya ke admin Bjorka.

"Saya secara pribadi minta maaf ke semua pihak. Baik pemerintah, kepolisian atas perilaku saya," ujar MAH.

MAH mengaku, awalnya hanya iseng bermain media sosial. Selain itu, ia mengaku terhimpit masalah ekonomi hingga menjual channel Telegram pribadinya, @bjorkanism ke admin Bjorka.

"Awalnya iseng saya punya channel Telegram hingga kenal Bjorka. Di samping itu juga karena keluarga butuh uang," tandasnya.



Simak Video "Hacker Bjorka Bersuara soal Penangkapan Pemuda Madiun Diduga Dirinya"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/agt)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT