Dugaan Pelecehan Putri Candrawathi Janggal di Mata Netizen

ADVERTISEMENT

Dugaan Pelecehan Putri Candrawathi Janggal di Mata Netizen

Tim - detikInet
Selasa, 06 Sep 2022 16:42 WIB
Ilustrasi Twitter
Dugaan Pelecehan Putri Candrawathi Janggal di Mata Netizen (Foto: Associated Press)
Jakarta -

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menilai ada kejanggalan dalam dugaan pelecehan seksual terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Netizen pun merasakan hal senada.

Kejanggalan ini sebelumnya disampaikan Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu. Dia bilang ada masalah relasi kuasa, dimana Brigadir Yoshua cuma bawahan, banyak saksi di rumah Magelang, sikap Putri yang masih menanyakan Yoshua dan masih satu rumah setelah momen pelecehan.

"Ini kan tergambar di rekonstruksi, bayangkan saja bagaimana kok korban dari kekerasan seksual masih bertanya tentang pelakunya dan masih bisa bertemu dengan pelakunya secara fisik di ruang pribadinya yang merupakan tempat peristiwa dugaan itu," tutur Edwin.

Bukan cuma LPSK, reaksi netizen Indonesia pun demikian. Seperti dipantau dari Twitter, Selasa (6/9/2022) banyak orang meragukan dugaan pelecehan.

Mulai dari para tokoh dan sastrawan sampai masyarakat umum meragukan hal itu juga. Malahan mereka mempertanyakan keistimewaan yang diperoleh Putri Candrawathi.

Inilah beberapa suara tokoh dan warga di Twitter:

"Ketika rekonstruksi, HAMPIR semua Tersangka, termasuk Sambo, pakai baju seragam Tahanan (warna orange) & tangannya diborgol. Satu-satunya Tersangka yg tidak diborgol, tidak pakai baju Tahanan adalah Ibu Putri. Tanya KENAPA? Mungkin @KomnasPerempuan & @KomnasHAM berperan?" komentar Alvin Lie dengan akunnya @alvinlie21.

"Putri Candrawathi sudah membohongi seluruh masyarakat Indonesia karena mengaku telah dilecehkan Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri, Duren Tiga, Jakarta. Belakangan tuduhan pelecehan seksual tersebut tidak terbukti," kata sastrawan Saut Situmorang lewat akun @SautSipelebegu mengutip pemberitaan.

"Bravo LPSK terus bersuara👍 Publikpun ga percaya ada pelecehan yang sudah di SP3. Salam untuk Bharada Elyezer. Kejanggalan sudah terang benderang kenapa sih @KomnasHAM masih pake DIKSI pelecehan? 🤪🤣😄," kata @MrsRache***.

"Netizen juga sudah banyak yang melihat kejanggalan," kata @ib***.

"Saya sependapat dgn LPSK, untung LPSK menolak Amplop Coklat Tebal....😀," celetuk @Cekaka***.



Simak Video "Saran Komnas Perempuan Buat 4 Wanita yang Terseret Kasus Brigadir J"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT