Kalau Pemilu e-Voting Pakai Teknologi Blockchain, Apa yang Harus Disiapkan?

ADVERTISEMENT

Kalau Pemilu e-Voting Pakai Teknologi Blockchain, Apa yang Harus Disiapkan?

Anggoro Suryo - detikInet
Minggu, 31 Jul 2022 09:45 WIB
ilustrasi blockchain
Ilustrasi blockchain
Jakarta -

Wacana penerapan e-voting atau pemungutan suara secara online di Pemilu 2024 mulai sering terdengar. Apa yang harus disiapkan untuk pelaksanaannya?

Beberapa bulan lalu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menilai Pemilu 2024 merupakan momen yang tepat untuk menghasilkan pemimpin masa depan Indonesia dengan komitmen digitalisasi Indonesia. Dia mendorong agar Pemilu 2024 mulai menerapkan pemungutan suara secara online.

"Melalui pemungutan suara online yang bebas, adil, dan aman, serta melalui sistem e-vote atau internet voting. Estonia telah melaksanakannya sejak 2005 dan ini telah memiliki sistem pemilihan umum digital di tingkat kota, negara, dan di tingkat Uni Eropa yang telah digunakan oleh 46,7 persen penduduk. Jadi bukan baru, termasuk KPU ini sudah lama juga menyiapkannya," kata Johnny, Kamis (24/3/2022).

Johnny mengatakan pengadopsian teknologi digital bisa bermanfaat dalam proses pemilu. Menurutnya, pemungutan suara secara digital atau online bisa mewujudkan proses kontestasi politik yang efektif dan efisien.

Lalu menurut CEO Indonesia Digital Cooperatives, Muhammad Chairul Basyar, Pemilu berbasis e-Voting selain bisa menghemat biaya yang sangat besar, juga transparansinya bisa terjamin.

"Pemilu berbasis e-Voting pastinya akan menghemat biaya yang luar biasa besar, kemudian transparansi juga bisa dipastikan terjamin, lalu Pemilu Langsung Umum Bebas dan Rahasia bisa diimplementasikan 100%," jelasnya dalam keterangan yang diterima detikINET.

Ia pun memaparkan apa saja yang harus dipersiapkan jika pemerintah mau menerapkan e-Voting untuk pemilu tersebut. Yaitu mentransformasikan data e-KTP ke teknologi blockchain.

"Yang perlu dipersiapkan adalah ID card yang sudah e-KTP harus kita transformasikan dulu ke teknologi blockchain, karena basisnya e-vote pastilah dengan 1 ID Card (KTP) satu votes itu, setelah ID card sudah ditransform, barulah pemerintah menyiapkan infrastruktur untuk mekanisme e-votingnya," jelasnya.

"Kami dari IDM bisa kok membuat simulasi untuk evoting berbasis blockchain bila diperlukan oleh pemerintah," tambah Basyar.



Simak Video "Kala Mendagri Pamer Keberhasilan Pilkades Serentak Meski di Tengah Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT