Ngeri! Robot Patahkan Jari Bocah 7 Tahun Saat Main Catur

ADVERTISEMENT

Ngeri! Robot Patahkan Jari Bocah 7 Tahun Saat Main Catur

Virgina Maulita Putri - detikInet
Senin, 25 Jul 2022 14:40 WIB
BEVERWIJK, NETHERLANDS - JANUARY 27:  A detailed view of the board and pieces including the Queen, King, Knight, Bishop, Rook and Pawn during the 83rd Tata Steel Chess Tournament held in Dorpshuis De Moriaan on January 27, 2021 in Wijk aan Zee, Netherlands (Photo by Dean Mouhtaropoulos/Getty Images)
Ngeri! Robot Patahkan Jari Bocah Tujuh Tahun Saat Main Catur Foto: (Getty Images/Dean Mouhtaropoulos)
Jakarta -

Catur bukan jenis olahraga yang identik dengan kontak fisik apalagi kekerasan. Tapi belum lama ini, seorang atlet catur cilik mengalami patah tulang setelah jarinya diremas oleh robot saat pertandingan.

Insiden itu terjadi saat pertandingan catur di turnamen Moscow Open pada 19 Juli. Menurut media Rusia, robot itu sepertinya kaget melihat pergerakan tangan bocah berusia tujuh tahun tersebut, sebelum menggenggam dan mematahkan jarinya.

"Robot itu mematahkan jari anak itu. Ini tentu saja buruk," kata Presiden Federasi Catur Moskow Sergey Lazarev kepada media Rusia TASS, seperti dikutip dari The Guardian, Senin (25/7/2022).

Video rekaman CCTV insiden tersebut sempat menyebar di Telegram. Rekaman CCTV itu menunjukkan momen saat robot menggenggam tangan anak itu selama beberapa detik sebelum empat orang datang untuk membebaskannya.

Lazarev mengatakan robot spesialis catur itu memang disewa dari operator untuk turnamen tersebut. Robot itu bisa memainkan beberapa game catur dalam satu waktu dan kemampuannya telah dipamerkan di beberapa kesempatan.

Wakil Presiden Federasi Catur Rusia Sergey Smagin mengatakan robot itu awalnya mengambil salah satu pion catur milik anak tersebut. Tapi bukannya menunggu robot itu menyelesaikan langkahnya, si anak malah buru-buru membalas langkahnya dan akhirnya jarinya dijepit oleh robot.

"Ada beberapa aturan keamanan dan anak itu, tampaknya, melanggarnya. Ketika ia mengambil langkahnya, ia tidak menyadari bahwa ia harus menunggu terlebih dahulu. Ini adalah kasus yang sangat langka, pertama yang saya ingat," kata Smagin kepada media Baza.

Baza mengungkap atlet berusia tujuh tahun itu bernama Christopher, yang merupakan salah satu dari 30 pemain catur berusia di bawah sembilan tahun terbaik di Moskow.

Lazarev mengatakan Christopher tidak mengalami trauma berlebih akibat serangan tersebut. Christopher bahkan bisa menyelesaikan turnamen meskipun jarinya yang patah harus dibalut gips.

Meski begitu, orang tua Christopher kabarnya berencana mengambil langkah hukum dengan menghubungi kantor kejaksaan. "Kami akan berkomunikasi, mencari jalan keluarnya dan mencoba membantu sebisa mungkin," kata Smagin.



Simak Video "Kebolehan Robot Kambing Jepang yang Bakal Bertugas di Pedesaan"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/vmp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT