Bill Gates dan Mantan Istri Kompak Kecam Larangan Aborsi di AS

ADVERTISEMENT

Bill Gates dan Mantan Istri Kompak Kecam Larangan Aborsi di AS

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 25 Jun 2022 12:30 WIB
FILE - In this Feb. 1, 2019, file photo, Bill Gates and Melinda French Gates pose together in Kirkland, Wash. A handful of Americans donated at least $1 billion to charity last year, according to the Chronicle of Philanthropy’s annual ranking of the 50 Americans who gave the most to charity in 2021. Bill Gates and Melinda French Gates topped the list, pledging $15 billion to the Bill & Melinda Gates Foundation, a huge player in global health and American education.  (AP Photo/Elaine Thompson, File)
Bill Gates dan mantan istrinya Melinda. Foto: AP/Elaine Thompson
Washington -

Mahkamah Agung Amerika Serikat telah memutuskan menganulir putusan 50 tahun lalu yang membolehkan perempuan aborsi. Pelarangan dan dibolehkannya hak aborsi diserahkan ke masing-masing negara bagian. Keputusan itu dikecam beberapa pihak termasuk Bill Gates dan mantan istrinya Melinda.

Sebelumnya, seperti dikutip detikINET dari BBC, aborsi sebenarnya sudah cukup lama dilegalkan di Amerika Serikat melalui putusan hukum pada tahun 1973, yang sering disebut sebagai kasus Roe vs Wade.

Keputusan untuk membatalkannya, yang baru saja dikeluarkan, memberikan kemenangan penting kepada Partai Republik dan kaum konservatif agama yang ingin membatasi atau bahkan sepenuhnya melarang aborsi. Para bayi dinilai harus sepenuhnya diberi kesempatan untuk hidup.

Bill Gates di Twitter mengkritik keputusan itu. "Ini adalah hari yang menyedihkan. Membalikkan Roe vs Wade adalah kemunduran yang tak dapat diterima dan tidak adil. Dan membuat nyawa wanita dalam risiko, terutama yang paling kurang beruntung," tulisnya.

Melinda Gates mengutarakan kecaman senada di Twitter. Mantan istri Bill Gates ini menilai pelarangan atau pembatasan aborsi adalah campur tangan yang tidak seharusnya dilakukan pemerintah terhadap perempuan.

"Hari ini, pemerintah di mana wanita tidak pernah punya suara setara menjangkau sudut paling privat dari kehidupan wanita untuk memberitahu pilihannya untuk tubuhnya tidak lagi milik mereka. Ini adalah Amerika yang melakukan kemunduran besar," tulisnya juga di Twitter.

Melinda pun berharap lebih banyak wanita didengar pendapatnya. "Begitulah bagaimana kita bisa menciptakan sebuah masa depan di mana keputusan dibuat oleh wanita, bukan untuk wanita," tandasnya lagi di media sosial. Kedua sosok ini memang dikenal sebagai pembela hak-hak perempuan.

Simak Video 'Mahkamah Agung AS Batalkan Aturan Legal Aborsi, Dirjen WHO Kecewa':

[Gambas:Video 20detik]



(fyk/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT