SpaceX Pecat Karyawan yang Sebut Elon Musk Bikin Malu

SpaceX Pecat Karyawan yang Sebut Elon Musk Bikin Malu

Virgina Maulita Putri - detikInet
Sabtu, 18 Jun 2022 18:07 WIB
FILE - Tesla CEO Elon Musk attends the opening of the Tesla factory Berlin Brandenburg in Gruenheide, Germany on March 22, 2022. Musk says his deal to buy Twitter can’t ‘move forward’ unless the company shows public proof that less than 5% of the accounts on the platform are fake or spam. Musk made the comment in a reply to another user on Twitter early Tuesday, May 17, 2022. (Patrick Pleul/Pool Photo via AP, File)
SpaceX Pecat Karyawan yang Sebut Elon Musk Bikin Malu Perusahaan Foto: AP/Patrick Pleul
Jakarta -

SpaceX memecat sejumlah karyawan yang menulis dan membagikan surat terbuka yang mengkritik gerak-gerik Elon Musk di depan publik. Surat itu secara eksplisit menuliskan bahwa perilaku Musk membuat reputasi perusahaan turun.

Surat itu menyebut perilaku Musk sebagai sumber gangguan dan memalukan bagi perusahaan. Karyawan SpaceX yang menuliskan surat itu juga merujuk pada kebijakan 'No A**hole' yang dianut perusahaan untuk menangani dan mengutuk perilaku Musk di Twitter.

"Sebagai CEO kami dan juru bicara yang paling terkemuka, Elon dipandang sebagai wajah SpaceX - setiap cuitan yang Elon kirimkan adalah pernyataan publik de facto oleh perusahaan," tulis surat tersebut, seperti dikutip dari The Verge, Sabtu (18/6/2022).

"Sangat penting untuk menjelaskan kepada tim kami dan kepada talenta potensial kami bahwa pesannya tidak mencerminkan kerja kami, misi kami, atau nilai-nilai kami," sambungnya.

Sejumlah penulis surat tersebut telah diberhentikan dari posisinya hanya sehari setelah surat tersebut beredar di channel Microsoft Teams internal SpaceX. Pemecatan ini diketahui dari sumber internal perusahaan dan email yang dikirimkan oleh Presiden SpaceX Gwynne Shotwell.

Dalam emailnya, Shotwell mengatakan bahwa SpaceX telah memberhentikan sejumlah karyawan yang terlibat dalam penulisan surat tersebut.

"Surat, ajakan, dan proses ini secara umum membuat karyawan merasa tidak nyaman, terintimidasi dan dirundung, dan/atau marah karena surat itu memaksa mereka menandatangani sesuatu yang tidak mencerminkan pandangan mereka," kata Shotwell.

"Kita memiliki terlalu banyak pekerjaan penting untuk diselesaikan dan bentuk aktivisme yang berlebihan seperti ini tidak diperlukan," sambungnya.

Musk sejak lama memang menjadi sosok yang kontroversial, tapi sejak rencananya membeli Twitter senilai USD 44 miliar, perilaku CEO SpaceX dan Tesla ini jadi semakin diperhatikan.

Belum lagi Musk sempat tersandung kasus pelecehan seksual yang melibatkan seorang pramugari yang bekerja untuk SpaceX. Orang terkaya di dunia ini menyebut tuduhan tersebut sebagai sesuatu yang bermuatan politik.



Simak Video "Elon Musk Digugat USD 258 Miliar oleh Investor di Dogecoin"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)