Internet Explorer Pensiun, Separuh Perusahaan Jepang Pusing

Internet Explorer Pensiun, Separuh Perusahaan Jepang Pusing

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 16 Jun 2022 12:18 WIB
The logo of Microsoft Corp.s Internet Explorer 9 is displayed on a computer monitor in Washington, D.C., U.S., on Tuesday, March 15, 2011. Microsoft released a speedier version of its Internet Explorer browser that adds privacy controls and video features, a bid to regain market share lost to Firefox and Google Inc.s Chrome. Photographer: Andrew Harrer/Bloomberg via Getty Images
Internet Explorer Pensiun Bikin Perusahaan Jepang Ketar-ketir Foto: GettyImages
Jakarta -

Internet Explorer resmi dipensiunkan oleh Microsoft setelah hampir 27 tahun. Mungkin tidak banyak pengguna umum yang terdampak keputusan ini, tapi ternyata banyak kantor pemerintahan dan perusahaan Jepang yang jadi kebingungan.

Sebabnya, Internet Explorer ternyata masih menjadi browser pilihan perusahaan dan kantor pemerintahan di Jepang. Survei Keyman's Net menemukan 48,9% dari 350 perusahaan Jepang yang disurvei masih menggunakan Internet Explorer pada Maret 2022.

Perusahaan-perusahaan itu mengatakan mereka menggunakan Internet Explorer saat harus berbisnis dengan badan pemerintahan yang secara khusus mewajibkan penggunaan Internet Explorer. Mereka juga menggunakan Internet Explorer untuk mengetes situs dan aplikasi baru karena harus bisa diakses di semua browser.

Padahal di Jepang Google Chrome dan Edge merupakan browser yang mendominasi. Menurut data StatCounter, 61,11% pengguna internet di Jepang menggunakan Chrome, diikuti 21,49% untuk Edge, dan 2,56% untuk Internet Explorer.

Bagi perusahaan atau developer yang masih ingin menggunakan Internet Explorer, Microsoft menawarkan fitur IE Mode yang bisa diakses di browser Edge. Menurut survei Keyman's Net, ada 10,3% bisnis Jepang yang menggunakan fitur tersebut.

Microsoft sebenarnya sudah mengajak penggunanya untuk beralih dari Internet Explorer ke Microsoft Edge dan browser lain sejak tahun lalu. Tapi sepertinya banyak perusahaan Jepang yang menunda-nunda proses transisi.

Setelah Internet Explorer dipensiunkan, banyak perusahaan, organisasi pemerintahan, institusi keuangan, dan peritel Jepang yang langsung menghubungi developer software seperti Computer Engineering & Consulting.

"Mereka sudah mengetahuinya tapi belum sempat melakukannya. Kebingungan ini akan berlanjut selama beberapa bulan," kata petinggi Computer Engineering & Consulting, seperti dikutip dari The Japan Times, Kamis (16/6/2022).

Internet Explorer sendiri pertama kali dikenalkan pada tahun 1995 sebagai bagian dari Windows 95. Browser ini sempat mendominasi hingga pertengahan tahun 2000-an.

Popularitas Internet Explorer mulai menurun karena performanya yang lambat dan fiturnya yang ketinggalan dari browser kompetitor. Microsoft merilis versi terbaru dan terakhir Internet Explorer pada tahun 2015 dan sejak itu mulai beralih ke Edge yang berbasis Chromium.



Simak Video "Internet Explorer Pensiun Setelah 27 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)