Turuti Maunya Elon Musk, Twitter Bakal Buka Data Akun Bodong

ADVERTISEMENT

Turuti Maunya Elon Musk, Twitter Bakal Buka Data Akun Bodong

Josina - detikInet
Kamis, 09 Jun 2022 15:12 WIB
ilustrasi twitter
Foto: 9to5mac
Jakarta -

Elon Musk mengancam atau membatalkan untuk membeli Twitter senilai USD 44 miliar yang telah disepakati pada April lalu, alasannya karena Twitter dinilai telah gagal memberikan informasi terkait akun spam/bodong.

Tim hukum Musk mengklaim Twitter tak memberi informasi soal masalah bot di platform-nya. "Tuan Musk percaya perusahaan secara aktif menolak dan menggagalkan hak informasinya (dan kewajiban terkait perusahaan) di bawah perjanjian merger," tulis surat itu.

Alhasil Twitter pun bersedia untuk memenuhi tuntutan Elon Musk untuk membuka pusat data internal mereka. Sumber yang tidak disebutkan namanya ini mengetahui negosiasi yang mengatakan dewan Twitter telah memutuskan untuk membiarkan Musk mengakses 'firehouse' yang berisikan data internal dengan ratusan juta cuitan yang diposting setiap harinya di Twitter.

"Ini akan mengakhiri kebuntuan besar antara Musk dan dewan direksi dalam proses akuisisi tersebut," kata analis Wedbush Dan Ives seperti dikutip detikINET dari AFP, Kamis (9/6/2022).

Sebelumnya Twitter mengklaim jumlah akun bot di platform mereka tidak sampai 5% dari jumlah total pengguna. Tapi Musk meragukan klaim tersebut dan memutuskan menangguhkan perjanjian sampai Twitter membuktikan akurasi angka tersebut.

Meski demikian menurut laporan Washington Post, sekitar dua lusin perusahaan telah membayar untuk mengakses kumpulan besar data internal Twitter, yang mencakup catatan tweet bersama termasuk informasi tentang akun dan perangkat yang digunakan untuk mengaktifkannya.

Pejabat tinggi hukum Twitter telah memberi tahu karyawan bahwa untuk melanjutkan proses itu, pemungutan suara khusus pemegang saham akan dilakukan.

Pemungutan suara dilakukan untuk mengetahui apakah pemegang saham akan menyetujui kesepakatan pembelian dapat diadakan pada akhir Juli atau awal Agustus atau tidak.

Tapi setelah persetujuan pembelian, Musk membuat keributan tentang akun palsu pada pertengahan Mei. Melalui kicauannya di Twitter dia mengancam akan membatalkan transaksi jika kekhawatirannya tentang akun palsu tidak ditangani.

Beberapa pengamat melihat langkah Musk tentang bot Twitter berniat untuk menurunkan harga pembelian Twitter sehingga sengaja memunculkan masalah tersebut. Saat ini saja harga saham Twitter sudah anjlok USD 39 per saham, padahal Elon sepakat membeli di angka USD 44 miliar.

[Gambas:Youtube]



(jsn/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT