Pentagon: Senjata Teknologi Tinggi Akan Banjiri Ukraina

Pentagon: Senjata Teknologi Tinggi Akan Banjiri Ukraina

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 25 Mei 2022 05:40 WIB
Rudal Harpoon
Rudal Harpoon. Foto: US Navy
Jakarta -

Berbagai negara getol membantu persenjataan Ukraina agar mampu bertahan melawan invasi Rusia. Bahkan menurut Pentagon, akan ada lebih banyak lagi senjata teknologi tinggi diberikan kepada Ukraina.

Itu setelah sekitar 50 pemimpin pertahanan dari berbagai belahan dunia bertemu dan telah mencapai kata sepakat untuk memberikan bantuan itu, termasuk mengerahkan launcer Harpoon dan rudal demi melindungi pantai Ukraina.

Harpoon yang sepanjang 3,8 meter ini adalah rudal anti kapal dan bisa ditembakkan dari pesawat, kapal permukaan, kapal selam, ataupun di area pertahanan pantai. Harga per unitnya relatif murah, sekitar USD 1,5 juta.

Harpoon dapat terbang di atas air untuk menghindari serangan dari lawan ketika menyasar targetnya. Bagian ujungnya memiliki hulu ledak seberat 221 kilogram yang akan meledak begitu mencapai incarannya.

Rudal itu diharapkan mampu mengganggu blokade Rusia di perairan Ukraina. Selain itu, akan ada bantuan peralatan perang baru termasuk helikopter serang, tank sampai sistem roket.

"Setelah diskusi hari ini, saya senang melaporkan bahwa kami mengintensifkan upaya-upaya kami dan terus memperdalam koordinasi dan kerja sama sehingga Ukraina bisa memperkuat operasi perangnya," kata Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Lloyd Austin.

"Upaya terpadu kami juga akan membentengi dan memperkuat angkatan bersenjata Ukraina, untuk menolong mereka dalam menangkal agresi Rusia di masa depan," tambah dia, seperti dikutip detikINET dari Associated Press.

Blokade Rusia di Ukraina dikhawatirkan mengganggu pasokan pangan global dan menaikkan harga bahan pokok. Ukraina memang adalah penghasil gandum besar. Itu sebabnya bantuan senjata berat dari berbagai negara barat itu dikerahkan ke Ukraina dengan tujuan menghancurkan kapal-kapal Rusia.



Simak Video "Zelensky Terima Undangan Jokowi untuk Datang KTT G20 Bali, Tapi..."
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)