Elon Musk Mau Hitung Sendiri Jumlah Akun Palsu di Twitter

Elon Musk Mau Hitung Sendiri Jumlah Akun Palsu di Twitter

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Senin, 16 Mei 2022 22:31 WIB
NEW YORK, NEW YORK - MAY 02: Elon Musk attends The 2022 Met Gala Celebrating
Elon Musk mau hitung sendiri jumlah akun palsu di Twitter (Foto: Getty Images via AFP/DIMITRIOS KAMBOURIS)
Jakarta -

CEO Tesla, Elon Musk menunda pembelian Twitter karena masalah akun palsu. Dia mau hitung sendiri jumlahnya.

Hal itu diungkapkan dalam serangkaian tweet terbarunya kepada publik, seperti dilihat detikINET, Senin (16/5/2022). Melanjutkan tweet soal penundaan pembelian, Elon mengungkap rencana terhadap akun palsu di Twitter.

"Untuk mencari tahu, tim saya akan melakukan sampel acak 100 follower Twitter. Saya mengundang orang lain melakukan proses yang sama dan lihat apa yang mereka temukan," kata Elon.

Tidak lama berselang, Elon pun men-tweet lagi. "Para bot marah karena sedang dihitung," kata Elon dengan emoji tertawa.

Sebelumnya dalam laporan kuartal I 2022, Twitter mengklaim jumlah akun palsu cuma 5% dari total pengguna Twitter. Namun angka ini diragukan karena tidak ada verifikasi independen.

Diduga jumlah akun palsu lebih banyak dari yang diakui. Elon Musk pun meragukannya.

Hal itulah yang mendasari pengumuman di Twitter, dia bahwa dirinya menunda pembelian Twitter sampai jelas urusan soal akun palsu ini. Namun, Elon Musk menegaskan dirinya tetap berkomitmen membeli Twitter senilai Rp 638 triliun itu (kurs Rp 14.500).

Namun tak ayal hal itu membuat kehebohan di dunia. Bahkan saham Twitter pun sampai turun dibuatnya. Saham Twitter merosot 17% menjadi USD 37,1.

Twitter memang telah memiliki masalah spam selama bertahun-tahun. Twitter juga sebelumnya telah mengakui bahwa mengurangi akun palsu dan jahat adalah penting agar Twitter terus tumbuh.

Elon Musk juga tampaknya resah dengan masalah akun palsu ini. Memang bukan rahasia lagi kalau Twitter jadi tempat aneka akun anonim melakukan twitwar terutama terkait politik seperti Pilpres Indonesia dan Pilpres AS.

Namun di sisi lain, banyak pihak juga melihat Elon Musk akan membuat Twitter semakin politis dengan wacana mengembalikan akun Donald Trump yang ditutup Twitter karena provokasi politik dalam kerusuhan Gedung Capitol AS. Apalagi, Elon Musk mengaku posisi politiknya cenderung pro Partai Republik.



Simak Video "Elon Musk Tunda Kesepakatan Beli Twitter, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/hps)