Ini Drone Nuklir Rusia yang Diklaim Bisa Lenyapkan Inggris

Ini Drone Nuklir Rusia yang Diklaim Bisa Lenyapkan Inggris

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 13 Mei 2022 13:05 WIB
Drone nuklir bawah laut Rusia
Drone bawah laut nuklir Rusia. Foto: Euronews
Jakarta -

Belum lama ini, presenter di televisi Rusia, Dmitry Kiselyov, mengklaim bahwa Rusia bisa melenyapkan Inggris dengan tsunami nuklir jika terus mendukung Ukraina. Senjata yang dipakai adalah drone nuklir bawah laut Poseidon.

DI televisi Channel One yang populer di Rusia, ia mengklaim bahwa tembakan Poseidon bisa menenggelamkan Inggris ke air laut radioaktif. Benarkah demikian?

Seperti dikutip detikINET dari Euro News, Poseidon adalah drone bawah laut yang pada dasarnya adalah torpedo otonom bertenaga nuklir dan punya hulu ledak nuklir. Proyeknya bocor di tahun 2015.

Tujuannya adalah untuk merusak area pantai dan menimbulkan kerusakan besar di teritori target dengan kontaminasi radioaktif sehingga tidak bisa dipakai untuk aktivitas militer ataupun ekonomi.

Di 2018, bocoran dari Pentagon menyatakan benar bahwa Rusia mengembangkan toperdo otonom antar benua bertenaga dan bersenjata nuklir.

Drone nuklir bawah laut RusiaDrone nuklir bawah laut Rusia sangat besar. Foto: Euronews

Panjang drone nuklir Poseidon sekitar 20 meter, bisa menyelam sampai seribu meter dan jangkauannya setidaknya 10 ribu kilometer, menurut Sidrath Kaushal, pengamat dari lembaga pertahanan Inggris.

Kemampuan sebenarnya masih misteri, namun jika benar di bawah air dan bisa bergerak sangat cepat, akan susah dideteksi. "Ini adalah torpedo dengan jangkauan sangat jauh, bisa ngebut dan punya nuklir," cetus David Hambling, seorang jurnalis teknologi.

Poseidon disebut pula drone karena bisa bernavigasi secara otonom atau mungkin dapat dikendalikan dari jarak jauh. Kemungkinan materialnya dari titanium sehingga bisa bertahan di kedalaman ekstrem.

Diestimasi top speed dari drone nuklir ini adalah lebih dari 90 kilometer per jam, sekitar dua kali lebih cepat dari kapal selam konvensional dan jauh lebih sulit untuk dilacak.

Halaman selanjutnya, dampak bagi Inggris>>>