Ramai-ramai Mau Kerja di Twitter Demi Jadi Anak Buah Elon Musk

Ramai-ramai Mau Kerja di Twitter Demi Jadi Anak Buah Elon Musk

Virgina Maulita Putri - detikInet
Selasa, 10 Mei 2022 13:30 WIB
NEW YORK, NEW YORK - MAY 02: Elon Musk and Maye Musk attend The 2022 Met Gala Celebrating
Ramai-ramai Mau Jadi Anak Buah Elon Musk di Twitter Foto: Getty Images via AFP/MIKE COPPOLA
Jakarta -

Elon Musk selangkah lagi akan menjadi pemilik baru Twitter setelah membeli perusahaan media sosial tersebut senilai Rp 640 triliun. Ia juga akan menjabat sebagai CEO sementara Twitter, begitu proses pengambilalihan ini selesai.

Beberapa karyawan Twitter khawatir kedatangan Musk bisa mengubah budaya kerja perusahaan, bahkan ada yang memperkirakan bakal terjadi eksodus karyawan. Tapi setidaknya ada banyak orang yang tertarik untuk kerja di Twitter setelah Musk mengungkap rencananya untuk membeli perusahaan.

Daniel Zhao, seorang ekonom senior dan data scientist dari Glassdoor, mengatakan bahwa minat pada lowongan pekerjaan di Twitter naik 263% antara 24 April dan 30 April 2022.

Zhao menjelaskan minat tersebut ditentukan dari rata-rata klik harian untuk lowongan pekerjaan Twitter di Glassdoor jika dibandingkan dengan rata-rata klik harian pada Maret 2022, sebelum Musk mengungkap rencananya untuk membeli Twitter.

Meski klik tidak secara langsung berkaitan dengan jumlah lamaran pekerjaan yang dikirimkan, peningkatan ini menunjukkan bahwa orang-orang tidak hanya tertarik dengan pemberitaan soal Musk dan Twitter, tapi juga dengan lowongan pekerjaan yang tersedia.

"Terserah apa yang kalian katakan tentang Elon, dia memiliki banyak penggemar yang bersemangat untuk bekerja menjadi karyawannya," kata Zhao dalam cuitannya di Twitter, seperti dikutip dari Fortune, Selasa (10/5/2022).

Tidak lama kemudian, Musk langsung memberikan komentarnya tentang isu perekrutan karyawan di Twitter.

"Jika akuisisi Twitter selesai, perusahaan akan super fokus ke software engineering, desain, infosec dan server hardware yang hardcore," tulis Musk dalam cuitannya di Twitter.

"Saya sangat percaya bahwa semua manajer di bidang teknis harus mengerti masalah teknis dengan sangat baik. Manajer dalam software harus bisa membuat software yang hebat, atau itu akan seperti menjadi kapten kavaleri yang tidak bisa menunggang kuda!" sambungnya.

Dalam laporannya kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) Twitter mengatakan pengambilalihan perusahaan oleh Musk bisa berdampak pada karyawan, pengguna, dan pengiklan - terlepas apakah akan berhasil atau gagal di tengah jalan.

Laporan tersebut secara khusus menyoroti kemungkinan bahwa periode ketidakpastian yang saat ini dialami Twitter akan menyebabkan masalah yang berkaitan dengan kepegawaian.

Beberapa konsekuensi dari pengambilalihan yang mereka perkiraan antara lain ketidakmampuan menarik dan mempertahankan karyawan kunci dan merekrut calon karyawan, dan kemungkinan karyawan akan terganggu dan akibatnya produktivitas mereka menurun.



Simak Video "Elon Musk Tunda Kesepakatan Beli Twitter, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)