Perjuangan Elon Musk Saat Merantau Modal Nekat

Perjuangan Elon Musk Saat Merantau Modal Nekat

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 03 Mei 2022 07:09 WIB
Apakah Pembelian Twitter oleh Elon Musk adalah Keputusan Bisnis yang Tepat?
Elon Musk. Foto: ABC Australia
Jakarta -

Elon Musk kini kaya raya dan terkenal, harta terakhirnya menurut Forbes di kisaran USD 250 miliar. Ia memulai dari bawah, bahkan saat pertama kali merantau, Elon pernah mengklaim hanya punya modal sekadarnya.

Elon lahir dan besar di Afrika Selatan namun saat remaja, ia memutuskan kuliah di Kanada lalu Amerika Serikat. Tak banyak bekal dibawanya kala itu.

"Aku tiba di Amerika Utara pada umur 17 tahun dengan USD 2000, sebuah backpack dan koper yang penuh dengan buku," katanya yang dikutip detikINET dari CNBC.

"Aku bayar sendiri biaya kuliah. Pernah drop out dari Stanford dengan hutang kuliah USD 110 ribu. Lalu menciptakan startup internet bersama saudara dan temanku," tambahnya.

Singkat cerita, dia kemudian sukses mendirikan perusahaan besar seperti Paypal, Tesla sampai SpaceX. Elon memang pindah ke Amerika Serikat untuk berkembang dan akhirnya sukses luar biasa.

"Sepertinya jika ada teknologi atau sesuatu yang keren, hal itu terjadi di Amerika Serikat. Jadi tujuanku dulu memang untuk pindah ke Amerika Serikat," katanya di lain kesempatan.

Awalnya dahulu, dia tidak tahu apa sebenarnya cita-citanya. Tapi nasib membawanya jadi entrepreneur dan mendirikan perusahaan-perusahaan besar.

"Saat tumbuh besar, aku tidak yakin apa yang ingin ku lakukan. Suatu ketika, ku pikir menemukan atau menciptakan sesuatu adalah hal keren. Tapi aku tidak begitu yakin hal itu berarti mendirikan perusahaan atau bekerja saja di perusahaan yang membuat hal keren," tutur dia.



Simak Video "Elon Musk Tunda Kesepakatan Beli Twitter, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)