Raksasa Drone China Geram Produknya Buat Perang Rusia Ukraina

Raksasa Drone China Geram Produknya Buat Perang Rusia Ukraina

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 26 Apr 2022 10:15 WIB
BRUECK, GERMANY - JUNE 08:  The photographers DJI Phantom 3 Pro multirotor drone flies near a wind farm on June 8, 2016 near Brueck, Germany. Countries across Europe are debating legislation to regulate the use of consumer drones. As prices have come down and piloting simplified the market for consumer-oriented drones has risen dramatically with sales of hundreds of thousands of drones expected for coming years.  (Photo by Sean Gallup/Getty Images)
Drone DJI. Foto: GettyImages
Jakarta -

DJI adalah produsen drone komersial terbesar asal China, di mana produknya laris manis di banyak negara. Mereka mungkin tak pernah menyangka bahwa drone buatannya akan turut berperan dalam perang antara Rusia dan Ukraina, dan mereka rupanya tidak senang.

Seperti diberitakan, baik drone maupun teknologi DJI telah dimanfaatkan oleh pihak Ukraina dan Rusia. Ukraina memakainya untuk misi pengintaian di mana banyak pemakai drone sipil ikut serta dalam aksi tersebut. Sedangkan Rusia terutama menggunakan teknologi DJI yang disebut sebagai AeroScope untuk melacak posisi drone Ukraina.

"Lebih dari 15 tahun, DJI didirikan untuk mengeskplorasi kemungkinan baru dalam teknologi drone. Dan dengan pengembangan dan kemajuan yang ada, drone kami telah membantu membuat dunia lebih baik," demikian pernyataan terbaru dari DJI.

DJI menyatakan drone buatannya digunakan untuk hal-hal positif. Dengan teknologi video dan penerbangan yang mumpuni, drone DJI dimanfaatkan para kreator konten dan pihak lainnya, misalnya untuk merekam spesies langka dan hal-hal berguna yang lainnya.

"Dengan begitu, kami ingin mempertegas posisi yang sudah lama kami pegang, produk kami dibuat untuk meningkatkan kehidupan dan menguntungkan dunia, dan kami benar-benar menyayangkan penggunaan apapun dari produk kami untuk menyebabkan kerusakan," tambah mereka.

Mereka menegaskan produk DJI sama sekali tidak boleh digunakan untuk kepentingan militer. Jika sampai ketahuan ada mitra mereka yang menjual drone DJI untuk kepentingan militer, mereka menyebut akan langsung memutus hubungan bisnis.

"Kami tidak akan pernah menerima penggunaan produk kami untuk menimbulkan kerusakan," tambah DJI lagi, seperti dikutip detikINET dari DroneDJ.



Simak Video "Rusia Tegaskan Tak Akan Gunakan Nuklir untuk Ukraina"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)