GoGreener Capai 5.000 Pohon, Gojek Bidik Penanaman Pohon di Hari Bumi

GoGreener Capai 5.000 Pohon, Gojek Bidik Penanaman Pohon di Hari Bumi

Atta Kharisma - detikInet
Sabtu, 23 Apr 2022 14:54 WIB
#GoGreener
Foto: Gojek
Jakarta -

Di Hari Bumi yang jatuh pada 22 April 2022, Gojek kembali menegaskan komitmennya terhadap Three Zeros (Zero Emissions, Zero Waste, and Zero Barriers) melalui rangkaian inisiatif dan inovasi #GoGreener. Selain memberikan dampak positif dan nilai jangka panjang bagi lingkungan, inisiatif ini juga memfasilitasi berbagai kebutuhan, gaya hidup serta praktik usaha dengan prinsip keberlanjutan.

Sepanjang 2020-2021, program GoGreener Tanam Pohon dan Adopsi Pohon telah menanam sebanyak 5.000 pohon di 13 lokasi berbeda di wilayah Indonesia. Lebih dari 100.000 konsumen Gojek juga telah mengaktifkan fitur Pohon Kolektif #GoGreener.

"Kami bangga teknologi Gojek bisa menggerakkan banyak orang untuk berkontribusi pada lingkungan dengan cara yang mudah. Hingga hari ini, lebih dari 100.000 konsumen telah mengaktifkan fitur Pohon Kolektif #GoGreener. Antusiasme ini mendorong kami untuk terus berinovasi dan mengajak lebih banyak lagi orang untuk bergabung dalam gerakan ini. Di momen Hari Bumi, Gojek berkomitmen menambahkan jumlah pohon yang berhasil dikumpulkan konsumen pada periode 22 April hingga 21 Mei 2022," ujar Head of Sustainability GoTo Tanah Sullivan dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/4/2022).

Pada Hari Bumi kali ini, Gojek mengajak konsumen GoRide dan GoCar untuk menanam pohon sebagai bentuk kontribusi individu dalam mengurangi emisi karbon dengan kampanye #JadiLebihBaik. Melalui fitur Pohon Kolektif #GoGreener, konsumen yang bepergian naik GoRide atau GoCar dapat berkontribusi dalam inisiatif penanaman pohon hanya dengan menambah biaya Rp 1.000 untuk GoRide, dan Rp 2.000 untuk GoCar.

#GoGreenerFoto: Gojek

Pohon Kolektif #GoGreener merupakan hasil kolaborasi Gojek bersama dengan Jejak.in, startup tanah air di bidang lingkungan yang menyediakan solusi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk memantau serta mengelola pohon atau tanaman. Lewat teknologi ini, proses menanam pohon guna menyerap jejak karbon dapat dijalankan dengan mudah, transparan dan berkelanjutan.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Kementerian Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Kemenkomarves) Nani Hendiarti menjelaskan inisiatif GoGreener ini sejalan dengan target pemerintah untuk merehabilitasi 600.000 hektar kawasan kritis mangrove di Indonesia.

"Pemerintah Indonesia menargetkan untuk merehabilitasi 600.000 hektar kawasan kritis mangrove di Indonesia. Hal ini sejalan dengan inisiatif Gojek yang juga mengajak pengguna ekosistemnya untuk bisa tanam pohon, salah satunya Mangrove. Di sisi lain terkait pengelolaan sampah, Indonesia sudah berhasil mengurangi kebocoran sampah dari darat ke laut sebesar 28,5% hingga tahun 2022. Capaian ini sangat menggembirakan karena sudah melebihi nilai 2,6% dari target yang ditetapkan sebelumnya. Kami berharap angka tersebut semakin baik dengan Gojek turut serta melakukan sosialisasi dan pendampingan ke ekosistemnya dalam mengelola sampah," paparnya.

"Isu perubahan iklim harus disosialisasikan dengan cara yang mudah dipahami. Ajakan Gojek, 'sambil jalan, bisa tanam pohon' menggambarkan bahwa langkah ramah lingkungan dapat dijalankan bersamaan dengan kita menjalankan aktivitas sehari-hari," pungkasnya.

Tak hanya konsumen, pelaku usaha juga memperoleh bekal workshop Dari Aksi Kecil oleh Gojek dan GTF untuk memulai praktik bisnis ramah lingkungan. Misalnya, menggunakan alternatif packaging dan mendaur ulang minyak limbah produksi usaha menjadi barang yang lebih bermanfaat.



Simak Video "Tanam Pohon Bisa Sambil Naik Ojol"
[Gambas:Video 20detik]
(ads/ads)