Digitalisasi Pacu Transaksi Pedagang Pasar Naik 4,5 Kali Lipat

Digitalisasi Pacu Transaksi Pedagang Pasar Naik 4,5 Kali Lipat

Jihaan Khoirunnissa - detikInet
Jumat, 22 Apr 2022 15:08 WIB
Ilustrasi Tren Belanja Online Tokopedia
Foto: Dok. Tokopedia
Jakarta -

Pemanfaatan teknologi digital telah membawa banyak terobosan dan inovasi di berbagai bidang. Tak terkecuali bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya pedagang di pasar tradisional.

Hal ini juga disadari oleh Kepala Pasar Cihapit Dewi Wulansari, sehingga pihaknya menjalin kolaborasi dengan platform e-commerce Tokopedia melalui Pasar Cihapit Online. Menurutnya, digitalisasi membuat produk yang dijual pedagang Pasar Cihapit bisa menjangkau pangsa pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke luar Kota Bandung.

"Ada produk-produk dalam kemasan seperti kerupuk yang pemesannya berasal dari luar Kota Bandung, seperti Papua dan Aceh. Ini melebihi ekspektasi kami saat mulai berkolaborasi dengan Tokopedia melalui Pasar Cihapit Online," kata Dewi dikutip dari laman resmi Pemprov Jabar, Jumat (22/4/2022).

Dewi mengatakan hal itu merupakan potensi besar yang harus dioptimalkan. Dia menjelaskan, sebelum bergabung dengan program pasar rakyat digital yang digagas oleh Tokopedia, konsumen Pasar Cihapit hanya sebatas masyarakat yang tinggal di sekitaran pasar saja. Terlebih sebelum masa pandemi, transaksi jual-beli di Pasar Cihapit sepenuhnya dilakukan secara konvensional.

Kondisi tersebut tidak berubah meski sudah dilakukan inovasi dengan memanfaatkan media sosial. Dikatakannya, saat ini konsumen bisa memesan melalui layanan pesan singkat WhatsApp (WA), tapi tidak berjalan lancar karena dinilai lebih merepotkan. Sementara saat sudah berkolaborasi dengan Tokopedia, menurutnya transaksi perdagangan menjadi lebih praktis dan efektif.

"Target pasarnya pun semakin luas. Tidak hanya di Kota Bandung saja, tapi bisa menjangkau ke seluruh Indonesia," jelasnya.

Lebih lanjut dia merinci rata-rata pertumbuhan transaksi pedagang Pasar Cihapit mencapai 20%. Karena itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi supaya pedagang di Pasar Cihapit dapat bergabung dalam program Pasar Cihapit Online untuk memperluas target pasar.

Di sisi lain, Kepala Divisi Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Daerah Tokopedia Emmiryzan mengatakan Pasar Cihapit Online mulai bergabung dengan Tokopedia sejak Mei 2021.

"Pasar Cihapit Online ini adalah salah satu pasar tradisional yang beradaptasi ketika di masa pandemi COVID-19 dengan beragam produk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Bandung," terangnya.

Dia mengungkapkan semenjak bergabung melalui Pasar Cihapit Online terjadi kenaikan pesanan hingga 4,5 kali lipat.

Diketahui, Tokopedia digandeng Kementerian Perdagangan sebagai mitra strategis digitalisasi pasar tradisional melalui MoU Peningkatan Daya Saing dan Penyediaan Fasilitas Ruang Promosi Melalui Digitalisasi Pasar Rakyat dengan Memanfaatkan Aplikasi Tokopedia.

Lewat kemitraan ini, Emmiryzan menyebut Tokopedia memberikan fasilitas berupa ruang promosi melalui akun pasar rakyat di platform Tokopedia. Menurutnya, sejak April 2020 tercatat ada 10 pasar rakyat yang sudah bergabung menjadi pasar rakyat digital di Tokopedia.

Selain Pasar Cihapit, ada juga Pasar Sehat Sabilulungan Cicalengka Kabupaten Bandung, Pasar Cikurubuk Tasikmalaya, Pasar Beringharjo di Yogyakarta, Pasar Anyar di Tangerang, Pasar Kampung Baru dan Pasar Pa'baeng-baeng di Makassar, Pasar Oro-oro Dowo Malang, Pasar Gentan di Sleman serta Pasar Badung di Denpasar.

"Pasar Sehat Sabilulungan Cicalengka di Kabupaten Bandung juga berhasil mencatatkan peningkatan jumlah pesanan sebanyak 58 kali di tahun 2021," tandas Emmiryzan.

Sementara Pasar Cikurubuk juga turut mencatat kenaikan jumlah pesanan hingga lebih dari 6 kali lipat sejak bergabung dengan Tokopedia.

Dia menambahkan, di saat yang bersamaan, GoTo yang menaungi Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial, juga terus mendorong gerakan #BangkitBersama di seluruh Indonesia. Harapannya program tersebut bisa mendukung pelaku UMKM untuk bertumbuh dan menjadi juara di negeri sendiri dengan semangat 'Yang Lokal, Yang Juara'.

Kali ini, GoTo bersama Pemprov Jawa Barat, GoTo melakukan pemberdayaan UMKM yang berfokus pada pembukaan lapangan kerja dan peningkatan produktivitas masyarakat melalui digitalisasi layanan publik.



Simak Video "Go Digital, Pasar Tradisional di Jawa Barat Jangkau Pelanggan Hingga Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)