Elon Musk Akan Diskusi dengan Karyawan Setelah Gabung Direksi Twitter

ADVERTISEMENT

Elon Musk Akan Diskusi dengan Karyawan Setelah Gabung Direksi Twitter

Virgina Maulita Putri - detikInet
Minggu, 10 Apr 2022 05:00 WIB
Tesla and SpaceX Chief Executive Officer Elon Musk hugs his brother Kimbal Musk during an event at the Vehicle Assembly Building on Saturday, May 23, 2020, at NASAs Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Fla. The event occurred after a rocket ship designed and built by SpaceX lifted off on Saturday with two Americans on a history-making flight to the International Space Station. House Minority Leader Kevin McCarthy of Calif., applauds at right. (AP Photo/Alex Brandon)
Elon Musk Akan Diskusi dengan Karyawan Setelah Gabung Direksi Twitter Foto: AP/Alex Brandon
Jakarta -

Bergabungnya Elon Musk dengan direksi Twitter menimbulkan banyak reaksi di kalangan karyawan. Untuk itu, Musk akan berbicara langsung dengan karyawan Twitter lewat diskusi town hall.

Twitter akan mengadakan sesi AMA (ask me anything) dengan Musk agar karyawan bisa mengutarakan kekhawatirannya tentang bergabungnya orang terkaya di dunia itu dengan direksi perusahaan.

"Setelah pengumuman dewan direksi kami, banyak dari kalian yang memiliki berbagai jenis pertanyaan tentang Elon Musk, dan saya ingin menyambut kalian untuk mengajukan pertanyaan itu kepadanya," kata CEO Twitter Parag Agrawal dalam email internal perusahaan, seperti dikutip dari The Washington Post.

Town hall merupakan sesi di mana karyawan bisa langsung bertanya kepada petinggi perusahaan. Ini merupakan salah satu tradisi di Silicon Valley, tapi biasanya jarang melibatkan anggota direksi.

Kapan town hall ini akan dilaksanakan masih belum diketahui. Musk sendiri saat ini masih disibukkan dengan event Tesla Cyber Rodeo untuk membuka pabrik Gigafactory baru di Austin, Texas.

Tidak lama setelah Musk mencaplok 9,2% saham Twitter dan menjadi pemegang saham terbesar, banyak karyawan yang was-was akan pengaruh bos SpaceX dan Tesla itu. Apalagi sebelumnya Musk pernah beberapa kali mengkritik kebijakan moderasi konten di Twitter.

Selain itu, kedatangan Musk juga ditakutkan akan mengubah budaya kerja Twitter yang terbilang liberal. Banyak karyawan Twitter mengatakan Musk sering mengunggah cuitan yang tidak sensitif, seperti mengejek komunitas transgender, cuitan yang menyinggung penanganan COVID-19, dan lain-lain.

Hal itu membuat seorang karyawan mengatakan bahwa jika mereka mengunggah cuitan yang menyinggung seperti Musk, mereka pasti akan dipanggil HRD. "Apakah anggota direksi memiliki standar yang sama?" kata karyawan tersebut di channel Slack perusahaan.

Karyawan lainnya yang pernah bekerja di Tesla mengatakan ia pernah melihat banyak perubahan buruk di budaya kerja perusahaan setelah Musk mengambil alih sebagai CEO.

"Saya sangat takut sekarang, karena saya telah melihat apa yang bisa ia lakukan secara langsung," kata karyawan tersebut.

Petinggi Twitter sendiri langsung turun tangan untuk mengingatkan karyawan bahwa budaya perusahaan tidak akan berubah dan Musk tidak akan berperan dalam pembuatan kebijakan besar. Mereka juga menekankan bahwa keputusan akhir berada di tangan Agrawal sebagai CEO.

Pendiri Twitter Jack Dorsey mengatakan Agrawal dan Musk akan menjadi tim yang hebat. Dalam email undangan AMA, Agrawal seperti mengindikasikan bahwa Musk akan memiliki peran yang lebih besar.

"Berbagai pandangan dan suara menentukan layanan kami. Dan itu juga harus dicerminkan dan dianut secara internal," tulis Agrawal.



Simak Video "Elon Musk Tantang CEO Twitter Debat Terbuka soal Akun Bot"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT