Uang Kripto Besutan Mark Zuckerberg Gagal Meluncur

Uang Kripto Besutan Mark Zuckerberg Gagal Meluncur

ADVERTISEMENT

Uang Kripto Besutan Mark Zuckerberg Gagal Meluncur

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 02 Feb 2022 08:21 WIB
Jakarta -

Setelah berkali-kali berganti nama, dan sejumlah orang terkenal direkrut (dan kemudian mengundurkan diri), mata uang kripto besutan Meta yang kini bernama Diem akhirnya menyerah.

Asosiasi yang ada di balik Diem mengkonfirmasi kalau mereka sudah menjual aset-aset perusahaannya yang bernilai USD 200 juta ke Silvergate, sebuah bank kripto, yang sebelumnya sempat bekerja sama dengan Diem.

Keputusan ini diambil setelah Diem berdiskusi dengan pihak regulator di AS, yang melarang kelanjutan proyek ini. Hal itu dikatakan oleh CEO Diem Stuart Levey dalam keterangan persnya. Sebelumnya memang diketahui kalau pihak regulator di AS, termasuk US Federal Reserve, memang tak setuju dengan peluncuran Diem ini.

Penjualan aset-aset Diem ini menandai akhir dari berbagai usaha Meta -- dulunya Facebook -- untuk merambah mata uang kripto. Yaitu dimulai dari Libra Association, yang umurnya sangat pendek karena dihantam berbagai penolakan dari banyak negara, sampai akhirnya berubah nama menjadi Diem.

Padahal, Facebook menggarap Libra bersama dengan banyak perusahaan besar lain. Namun banyak orang yang takut kalau Libra akan membuat Facebook -- yang sudah cukup kontroversial -- menjadi makin kuat. Ditambah lagi banyak mitra mereka di Libra Association kemudian banyak yang mengundurkan diri.

Meski asa Meta di Diem sudah berakhir, bisa saja Silvergate ataupun perusahaan lain menghidupkan kembali proyek ini. Terlepas dari reputasi Meta yang membuat nama Diem menjadi jelek, proyek ini sebenarnya terbilang transparan dan lebih bersahabat untuk pihak regulator dibanding stablecoins lain.

Libra pertama diumumkan oleh Facebook pada pertengahan 2019 lalu. Kala itu, mereka menggadang kalau Libra bakal bisa dipakai oleh para pengguna Facebook yang jumlahnya miliaran itu untuk transaksi finansial di seluruh dunia.

Pengguna Libra bisa mengirim uang ke pengguna lainnya, pun bisa dipakai untuk membayar produk atau layanan yang mendukung penggunaan mata uang digital ini. Libra berbasis jejaring blockchain dan tak didesain sebagai aset spekulatif seperti bitcoin yang nilainya sangat fluktuatif.

Facebook menyebut Libra bertujuan untuk menghubungkan orang-orang yang sebelumnya tak mempunyai akses ke platform perbankan tradisional. Dan dengan jumlah pengguna bulanannya yang mencapai 2,4 miliar orang, Libra bisa saja menggoyang sistem perbankan dunia.

*Anda kini bisa cek harga dan perbandingan smartphone terbaru di detikINET. Silakan klik DI SINI.

(asj/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT