Setelah Protes, Moderator Facebook Boleh Bekerja Lagi di Rumah

Setelah Protes, Moderator Facebook Boleh Bekerja Lagi di Rumah

Josina - detikInet
Minggu, 09 Jan 2022 12:45 WIB
Aplikasi Facebook
Foto: Unsplash/Kon Karampelas
Jakarta -

Karyawan internal Meta hingga saat ini tidak perlu lagi masuk ke kantor dalam waktu cukup lama, ini juga berlaku pada beberapa pekerja kontraknya.

Dilaporkan oleh BuzzFeedNews, subkontraktor Accenture yang memperkerjakan moderator-moderator Facebook ini telah membatalkan persyaratan agar ratusan moderator Facebook kembali bekerja secara langsung di Mountain View, California pada 24 Januari.

Pada awalnya ada 400 moderator Facebook yang diminta untuk mulai bekerja lagi di kantor pada akhir Desember 2021, namun mengingat varian baru COVID-19 yakni Omicron mulai merajalela keputusan tersebut diprotes.

Banyak moderator yang mengancam untuk mengundurkan diri. Para moderator mengatakan tidak mungkin untuk mempertahankan persyaratan jarak sosial Accenture mengingat kantor-kantor yang padat, tangga yang tertutup, penegakan aturan yang buruk, dan perusahaan tidak memberikan pengecualian untuk pekerja dengan gangguan kekebalan tubuh atau memiliki anggota keluarga yang rentan.

Seorang juru bicara Accenture mengonfirmasi moderator yang bekerja dari rumah harus terus melakukannya berdasarkan data kesehatan COVID-19, dan mengklaim perusahaan tersebut bekerja secara kolaboratif untuk mengakomodasi individu yang mematuhi hukum.

Meta, sementara itu mengatakan akan terus memprioritaskan kesehatan dan keselamatan semua pekerja. Karyawan Meta sendiri dapat menunda kembali ke kantor hingga akhir Juni, sebagaimana dikutip detikINET dari Engadget.

Moderator menuduh Meta (saat itu Facebook) pada 2020 mempertaruhkan nyawa dengan meminta beberapa kontraktor untuk bekerja di kantor bahkan ketika ada anggota keluarga sangat rentan terpapar virus.

Meta membantah beberapa klaim pada saat itu, tetapi tidak semua. Ini juga terjadi setelah penyelesaian USD 52 juta dolar AS dengan moderator yang mengatakan mereka mengalami PTSD dan masalah kesehatan mental lainnya saat menyaring materi berbahaya.

Namun, insiden terbaru ini menunjukkan Meta masih belum menghilangkan kekhawatiran tentang kesejahteraan tim moderasinya.



Simak Video "Setiap Orang Bisa Mencoba Kehidupan Virtual di Toko Meta"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)