Langkah Huawei Bantu Link and Match Pendidikan Vokasi di Indonesia

Year in Review 2021

Langkah Huawei Bantu Link and Match Pendidikan Vokasi di Indonesia

Dea Duta Aulia - detikInet
Jumat, 07 Jan 2022 16:31 WIB
Huawei
Foto: Huawei
Jakarta -

Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan. Apalagi di masa mendatang, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yang jika dikelola dengan baik akan menghadirkan efek positif. Namun jika tidak dipersiapkan secara matang akan menghadirkan beragam pekerjaan rumah yang cukup rumit.

Karena itu, sektor pendidikan memiliki peran yang begitu krusial untuk mencetak generasi yang mampu menjawab tantangan zaman khususnya dalam bidang teknologi dan informasi (TIK).

Menyadari pentingnya hal tersebut, Huawei menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Kolaborasi ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, siswa SMK, serta dapat menciptakan talenta digital di Indonesia.

Kerja sama ini juga sebagai upaya Huawei untuk membantu mewujudkan cita-cita Indonesia masuk ke lima besar sebagai negara yang memiliki kekuatan ekonomi digital dunia pada 2045 mendatang.

Vice President and Business Environment Subsidiary Board Director Huawei Indonesia Ken Qi menjelaskan, dalam kolaborasi ini, meningkatkan kualitas pendidikan vokasi tidak hanya menargetkan para mahasiswa saja. Namun, para pengajar dan dosen juga dilatih untuk peningkatan kualitas dalam bidang teknologi.

"Dukungan Huawei dalam terlibat aktif meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia melalui kegiatan alih pengetahuan dan teknologi yang menyasar pengajar maupun para siswanya makin diperkuat," kata Ken Qi.

Ken Qi mengatakan, saat ini, dunia industri sedang membutuhkan individu yang memiliki kemampuan dalam bidang teknologi dan informasi. Karenanya, pendidikan vokasi bisa memainkan peran penting untuk memenuhi kebutuhan dunia industri dengan menghadirkan talenta yang mahir dalam bidang tersebut.

"Kebutuhan tersebut bahkan makin meningkat seiring dengan percepatan transformasi digital yang terjadi di Indonesia, sementara masih terdapat tantangan berupa kesenjangan antara kebutuhan industri dengan kuantitas serta kualitas SDM TIK yang tersedia," jelasnya.

Selain itu, ia menjelaskan, dalam kolaborasi ini, kedua belah pihak sepakat menyelenggarakan program alih pengetahuan serta pemanfaatan fasilitas dan teknologi bagi sekolah menengah kejuruan dan vokasi.

Ken Qi menjelaskan, dalam kolaborasi ini, setidaknya pihaknya telah mengadakan sejumlah pelatihan seperti training of trainers (ToTs) di bidang perangkat wireless dan microwave, dengan menyasar 140 guru SMK untuk menjangkau 8.400 peserta didik di masa depan dan memastikan kesinambungan alih pengetahuan.

"Program juga menargetkan para pelajar dalam pelatihan di bidang kecerdasan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, internet of things (IoT), dan big data," kata Ken.

Upaya Huawei untuk terus mencetak talenta digital di Indonesia pun menunjukkan hasil yang positif. Terhitung dari November 2020 sampai akhir 2021, Huawei telah melatih lebih dari 52 ribu talenta digital Indonesia. Angka tersebut tergolong melebih target awal yang telah ditentukan yakni terciptanya 100.000 talenta digital pada 5 tahun mendatang.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto turut mengapresiasi langkah Huawei karena telah memberikan dukungan terhadap pengembangan kemampuan siswa di SMK dan vokasi.

Menurutnya, langkah ini bisa memberikan efek positif yang luar biasa di masa mendatang. Sebab melalui kolaborasi ini, para siswa diberikan beragam pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi mereka.

"Ini menjadi investasi besar bagi masa depan karena kita tidak hanya melatih peserta didik tetapi juga meningkatkan kompetensi para pendidik sebagai pilar penting dalam bonus demografi untuk sungguh-sungguh mengimplementasikan konsep link and match," kata Wikan.

Wikan yakin, melalui kolaborasi ini kemampuan para siswa SMK dan Vokasi akan meningkat serta memiliki daya saing yang tidak kalah hebat.

"Saya yakin program penguatan pendidikan vokasi ini akan menjadi nilai tambah bagi daya saing bangsa Indonesia dalam hal menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan maju," tutup Wikan.

Atas capaian Huawei sepanjang 2021, detikcom menobatkan Huawei sebagai Top Digital Talent Contributor di 2021. Selamat untuk Huawei, semoga 2022 menjadi tahun yang lebih baik lagi untuk kemajuan digital talent di Indonesia.



Simak Video "Year In Review 2021: Kilas Balik Penanganan COVID-19 di 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/fay)