Pengamat: Ferdinand Hutahaean Masuk Pelanggaran UU ITE

Pengamat: Ferdinand Hutahaean Masuk Pelanggaran UU ITE

ADVERTISEMENT

Pengamat: Ferdinand Hutahaean Masuk Pelanggaran UU ITE

Tim - detikInet
Kamis, 06 Jan 2022 13:39 WIB
Ferdinand Hutahaean dilaporkan ke polisi karena cuitan twitternya soal Allahmu ternyata lemah. Bagaimana pangkal masalahnya?
Ferdinand Hutahaean Dilaporkan Gegara Cuitan, Ini Kata Pengamat UU ITE (Foto: Nurin/detikcom)
Jakarta -

Kasus cuitan Ferdinand Hutahaean yang menyebut 'Allahmu ternyata lemah' berbuntut panjang. Ia pun dilaporkan ke Bareskrim Polri mengenai penyebaran informasi SARA yang berpotensi menimbulkan keonaran.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan Ferdinand dilaporkan terkait dugaan menyebarkan informasi bermuatan permusuhan berdasarkan SARA, menyebarkan pemberitaan bohong yang dapat menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat sebagaimana dimaksud dalam pasal 45 a ayat 2 juncto pasal 28 ayat 2 UU 11 tahun 2008 tentang ITE dan juga pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 KUHP.

Menurut pengamat telematika Heru Sutadi dilaporkannya Ferdinand Hutahaean terkait UU ITE sudah sesuai. Ia mengatakan cuitan yang isinya membandingkan Tuhan tersebut berpotensi menimbulkan kebencian di masyarakat karena isu SARA.

"Kalau saya lihat dan analisis sih patut diduga bisa masuk pelanggaran Pasal 28 ayat (2). Tapi kan untuk menentukan bersalah atau tidak, biarkan nanti pihak Kepolisian yang menentukan bila kasus ini dikembangkan oleh mereka. Sebab kan harus mengedepankan asas praduga tak bersalah," kata Heru saat dihubungi detikINET, Kamis (6/1/2021).

Pasal 28 ayat (2) UU ITE sendiri berbunyi: "Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)."

Heru mengatakan pasal tersebut dengan jelas telah menuliskan larangan untuk menyebarkan informasi yang menimbulkan kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA.

"Di mana kata kuncinya adalah 'dengan sengaja', 'menyebarkan informasi', 'menimbulkan kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA'," ucap Heru.

"Nah, apa yang dilakukan FH tentu perlu dicek adakah masuk dalam 3 kata kunci tersebut. Tambah lagi, dalam pedoman pelaksanaan adalah juga kunci tambahan 'di muka umum'," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan netizen banyak yang melontarkan kemarahannya gegara cuitan dari Ferdinand Hutahaean. Seperti diketahui dalam akun Twitternya @FerdinandHaean3, dia sempat mencuit soal 'Allahmu ternyata lemah'.

Cuitan tersebut dibuat Selasa (4/1/2022) kemarin. Namun cuitan itu kini sudah dihapus.

"Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah, harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela," demikian bunyi cuitan Ferdinand.

Ferdinand sendiri telah melakukan penjelasan terhadap cuitan yang menghebohkan itu. Dia mengaku cuitannya itu adalah dialog imajiner.

Ferdinand Hutahaean juga bakal melapor balik pihak yang melaporkannya ke kepolisian. Sebab mantan kader Partai Demokrat itu merasa telah difitnah dan menyeret dirinya ke situasi yang tidak dia lakukan.

"Sebagai Warga Negara yang baik, saya akan mengikuti dgn baik proses hukum laporan yg dilakukan. Dan saya juga akan melawan dgn melaporkan balik pelapor krn telah memfitnah saya dan menyeret2 saya kepada sebuah situasi yg tdk saya lakukan..!!," ujar Ferdinand di akun Twitternya.



Simak Video "Hampir Setahun, Akhirnya DPR Bakal Tindaklanjuti Surpres Revisi UU ITE"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT