China Ciptakan Robot Jaksa dengan Kecerdasan Buatan

China Ciptakan Robot Jaksa dengan Kecerdasan Buatan

Josina - detikInet
Jumat, 31 Des 2021 21:42 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Peneliti China menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin untuk menciptakan jaksa yang dapat mendakwa tersangka kriminal dengan akurasi hingga 97%.

Jaksa berbasis AI ini dikembangkan oleh tim peneliti dari laboratorium manajemen data dan pengetahuan besar Akademi Ilmu Pengetahuan China yang dipimpin oleh Profesor Shi Young.

Ia mengklaim jika Jaksa tersebut dapat menentukan kejahatan dan mengajukan tuntutan hanya berdasarkan deskripsi verbal tentant apa yang terjadi.

Program jaksa AI saat ini berjalan di komputer desktop dan dikembangkan ke kondisi saat ini setelah tim melatihnya antara tahun 2015 dan 2020 menggunakan lebih dari 17.000 kasus kriminal yang berbeda.

Saat ini jaksa AI dapat mendakwa tersangka dengan 1000 sifat yang berbeda yang berasal dari dokumentasi kasus yang dilakukan manusia.

Dan juga dapat digunakan untuk mendakwa beberapa kejahatan paling umum di Shanghai termasuk penipuan, penipuan kartu kredit, pencurian, kerusakan yang disengaja, mengemudi sembarang, perjudian ilegal, hingga memprovokasi masalah.

Ini bukan pertama kalinya China menggunakan AI dalam sistem peradilannya. Pada tahun 2016, legislator Tiongkok diperkenalkan ke System 206 sebuah alat AI yang mampu mengevaluasi bukti dan kondisi penangkapan serta menentukan seberapa berbahayanya seorang tersangka bagi masyarakat umum.

Jaksa AI yang baru saat ini akan bekerja bersama-sama dengan System 206, dan mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh program yang lebih lama yaitu mengajukan tuntutan dan menyarankan hukuman apa yang harus dijatuhkan untuk kejahatan individu.

Jika semuanya berjalan sesuai rencana, jaksa AI yang baru nantinya dirancang untuk dapat membantu sistem peradilan dengan mengurangi beban kerja jaksa manusia dan memungkinkan mereka untuk mencurahkan lebih banyak waktu untuk menangani kasus yang lebih sulit dan rumit.

Namun terlepas dari manfaat potensial yang mungkin diberikan sistem tersebut masih ada beberapa yang khawatir tentang membiarkan komputer untuk mendakwa orang dengan tindakan kejahatannya.

Demikian masih harus dievaluasi jaksa AI ini apakah penerapannya akan lebih baik atau justru lebih buruk di masa mendatang nantinya sebagaimana dilansir detikINET dari Mashable, Jumat (31/12/2021).



Simak Video "Melihat Bekal Makanan Para Astronaut di Pesawat Tianzhou-4"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)