Soal Blog Diungkit Pula
Memotivasi Menulis, Tuna Netra Bikin Terpana...
- detikInet
Jakarta -
Menulis memang gampang-gampang susah. Selain butuh niat dan motivasi, keberanian untuk mulai menulis ternyata tak mudah bagi sebagian orang. Hal tersebutlah yang menjadi diskusi hangat dalam seminar Kiat Menulis dan Strategi Bisnis Penulis Teknologi Informasi (TI), yang berlangsung di Roxy Square - Jakarta. Diikuti oleh lebih dari 500-an peserta, seminar tersebut mencoba membuka wawasan tentang dunia tulis-menulis.Dalam sambutan pembuka, Kepala Badan Litbang Depkominfo, Aizirman Djusan, menegaskan bahwa sudah saatnya masyarakat Indonesia mendapatkan kemudahan dalam mengakses berbagai informasi. "Penulis TI akan menjadi sumber informasi. Dengan ketersediaan informasi, maka masyarakat akan dapat mengembangkan kompetensi dan meningkatkan kualitas hidup," ujar Aizirman.Dikaitkan dengan ketersediaan media informasi, khusus dalam bentuk buku, Direktur Penerbitan - Penerbit Andi, Joko I Mumpuni memaparkan beberapa kiat tentang mengelolaan naskah dari penulis hingga menjadi buku. Beberapa fakta menarik turut dipaparkan Joko pada seminar tersebut, Sabtu (29/4/2006)."Ada sekitar 686 penerbit di Indonesia yang tergabung dengan IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia - red.). Sedangkan yang tak bergabung jumlahnya sekitar 3 kali lipatnya. Tetapi jumlah penerbit buku TI di Indonesia hanya 20-an," ujar Joko. Joko juga sempat menjawab pertanyaan peserta tentang permasalahan pajak yang ujungnya dibebankan kepada harga jual buku maupun royalti yang diterima oleh penulis.Demo Tuna NetraSetelah Joko membeberkan panjang-lebar tentang dunia penerbitan buku, acara dilanjutkan dengan demo penggunaan komputer oleh Eko Ramaditya Adikara. Rama, yang tuna netra sejak lahir 25 tahun silam, memukau para peserta seminar karena menyuntikkan semangat yang luar biasa. Bahkan Rizal, salah seorang peserta sempat berbisik kepada detikINET, "saya sampai terpana melihat kegigihan dari Mas Rama (untuk menulis)," ujarnya.Bahkan banyak dari peserta lain secara tegas menyatakan bahwa Rama memberikan motivasi bahwa tak ada hal yang tak mungkin dilaksanakan, sepanjang kita punya kemauan yang keras dan pantang menyerah. Apalagi hanya untuk soal dunia tulis-menulis, yang nyaris seluruh peserta seminar dimiliki anugerah pengelihatan sempurna yang tak dapat dinikmati oleh Rama.Rama yang tergabung dalam Yayasan Mitra Netra (MitraNetra.or.id) dengan percaya diri yang tinggi, mendemonstrasikan bagaimana dirinya menggunakan komputer sehari-hari dengan alat bantu screen-reader. Bahkan saat berita ini ditulis, Rama telah terlebih dahulu menceritakan kisahnya dalam seminar tersebut di blog pribadinya yang beralamat di www.ramaditya.com.Ajakan MenulisUsai Rama mendemokan keahliannya dalam menggunakan komputer, yang kemudian disambung dengan tepuk-tangan yang bergemuruh dari seluruh peserta, maka acara dilanjutkan dengan materi dari Donny B.U. dan Onno W. Purbo.Secara umum, Donny menceritakan tentang tips dan kiat untuk mulai menulis dan media yang dapat digunakan. Salah satu media yang dianjurkan oleh Donny adalah menggunakan blog. "Blog adalah salah satu media untuk membantu agar pengetahuan yang hanya tersimpan di otak seseorang, akhirnya dapat disebarluaskan dengan mudah dan murah bagi masyarakat yang membutuhkan," ujarnya menegaskan.Adapun Onno W. Purbo, banyak memaparkan pengalamannya dalam menulis khusus TI. Kiat sederhana untuk mulai mencari topik, mengolah naskah hingga pengiriman ke penerbit dipaparkan secara gamblang oleh Onno. "Menulis itu butuh memahami kebutuhan pembaca. Salah satunya adalah dengan terus memantau topik-topik di mailing-list. Saya banyak mendapatkan ide menulis dari diskusi yang terjadi di mailing-list," ujar Onno.Dukung MenulisAcara yang berlangsung dari pukul 12.00 hingga 17.00 WIB tersebut ditutup oleh Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri Depdiknas, Gatot Hari Priowijanto. Dalam kata penutupnya, Gatot meyakini bahwa hanya dengan menulislah maka masyarakat umum akan dapat diberdayakan. "Bahkan bagi mereka yang secara khusus bergerak di dunia pendidikan, maka dengan menulis akan dapat terus diasah kemampuan dan pengetahuan yang mereka miliki," tegas Gatot. Bahkan tak tanggung-tanggung, Gatot akan segera meminta timnya untuk menyiapkan infrastruktur semacam blog agar para guru-guru dapat mulai menyampaikan pemikiran dan pendapatnya melalui tulisan di Internet.Usai acara, penanggung-jawab seminar Soegiharto Santoso (Hoky) menyampaikan kepada detikINET bahwa dirinya berharap agar seminar kali ini akan dapat menelurkan penulis-penulis baru. "Dunia industri dan bisnis TI tentu akan merasakan manfaatnya pula jika semakin banyak penulis yang memperkenalkan tentang dunia TI kepada masyarakat umum, baik yang tentang teknis maupun bagi orang awam," ujarnya. Dan Soegiharto menegaskan, bahwa terwujudnya seminar menulis kali ini adalah salah satu bentuk kepedulian berbagai pihak yang turut mendukung acara tersebut. Acara seminar menulis tersebut diselenggarakan oleh Majalah Biskom bekerjasama dengan media TI online detikINET, Penerbit ANDI dan ICT Centre - Jakarta.Turut mendukung pula Depdiknas, Depkominfo, Mitra Netra dan Roxy Square. Beberapa sponsor yang turut bergabung antara lain Acer - Pazia, Asus Notebook - Masterdata dan Verbatim. Asosiasi-asosiasi Mall Komputer di Jakarta juga tercantum dalam materi promosi acara sebagai pendukung. (wsh)Keterangan foto.- Atas dan tengah: Suasana ruang Diamond Hall, Roxy Square - Jakarta yang dipenuhi oleh para peserta seminar menulis.- Bawah dan inset: Rama, seorang tuna netra yang membuat peserta terpana dengan motivasinya yang kuat dalam menulis menggunakan komputer.
(wsh/)