Facebook Dituduh Menyesatkan Terkait Iklan yang Incar Remaja

Facebook Dituduh Menyesatkan Terkait Iklan yang Incar Remaja

Josina - detikInet
Selasa, 16 Nov 2021 18:45 WIB
LONDON, ENGLAND - NOVEMBER 06:  Lara Decara (9), Kallum Cokin-Reffell (9) and Markus Pukite (5) play on LeapPad Ultra at a media event at St Marys Church in Marylebone on November 6, 2013 in London, England. The Toy Retailers Associations Dream Toys chart, is an independent list of the predicted Christmas top 12 best-selling gifts for children.  (Photo by Matthew Lloyd/Getty Images)
Foto: GettyImages/Matthew Lloyd
Jakarta -

Sebuah laporan dari kelompok advokasi Reset Australia Fairplay dan Global Action Plan mengungkapkan Facebook masih mengumpulkan data dari anak-anak dan remaja meskipun telah membuat perubahan cara pengiklan dapat menjangkau anak muda pada awal tahun ini.

Jejaring sosial yang berganti nama menjadi Meta tahun ini mengatakan pada bulan Juli bahwa pengiklan tidak dapat lagi dapat menargetkan iklan kepada pengguna di bawah usia 18 tahun berdasarkan minat atau aktivitas mereka di aplikasi dan situs web lain.

Perubahan ini dibuat sebagai tanggapan atas kekhawatiran yang diajukan oleh para kelompok pemuda. Ini berarti bahwa pengiklan hanya diizinkan untuk menargetkan remaja hanya berdasarkan usia, jenis kelamin, dan lokasi mereka.

Dalam sebuah surat yang dikirim ke CEO Meta Mark Zuckerberg, ada 46 kelompok advokasi termasuk Reset Australia, Amnesty International USA dan FairPlay telah menuduh Facebook telah menyesatkan publik dan anggota parlemen tentang aturan batasan iklan yang menargetkan remaja.

"Sementara Facebook mengatakan tidak akan lagi mengizinkan pengiklan untuk secara selektif menargetkan remaja, tapi tampaknya Facebook sendiri terus menargetkan remaja hanya sekarang dengan menggunakan sistem AI (kecerdasan buatan)," tulis surat tersebut sebagaimana dikutip detiKINET dari CNET.

Para peneliti mengatakan mereka menemukan melalui eksperimennya bahwa sistem penayangan iklan diFacebook masih mengumpulkan data dari anak-anak dan remaja. Mereka juga menggambarkan sistem berbasis AI ini sebagai algoritma yang sangat kuat yang mampu memprediksi iklan yang dapat berinteraksi dengan setiap pengguna.

Facebook masih dapat mengumpulkan data dari tab browser dan halaman yang dibuka anak-anak, informasi seperti tombol mana yang mereka klik, istilah yang mereka cari, dan produk yang mereka beli atau masukkan ke keranjang mereka, menurut laporan tersebut.

Juru bicara Meta Joe Osborne mengatakan perusahaan belum melihat laporan itu tetapi mengatakan Facebook tidak menggunakan data dari situs web dan aplikasi pengiklan dan mitra kami untuk mempersonalisasi iklan kepada orang-orang di bawah 18 tahun.

"Alasan informasi ini muncul di alat transparansi kami adalah karena remaja mengunjungi situs atau aplikasi yang menggunakan alat bisnis kami. Kami ingin memberikan transparansi pada data yang kami terima, meskipun itu tidak digunakan untuk personalisasi iklan," katanya.

Kelompok-kelompok tersebut mendesak Facebook untuk lebih transparan tentang dampak perubahan penargetan iklannya dan mengakhiri pemasaran pengawasan kepada anak-anak dan remaja.



Simak Video "Wajah Baru Facebook Sebagai Meta"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fyk)