Polisi Jepang Pakai Iklan YouTube untuk Ancam Si Tukang Intip

Polisi Jepang Pakai Iklan YouTube untuk Ancam Si Tukang Intip

Josina - detikInet
Rabu, 03 Nov 2021 09:45 WIB
Ilustrasi Google, ilustrasi YouTube, dan ilustrasi Facebook
Polisi Jepang Pakai Iklan YouTube untuk Ancam Si Tukang Intip (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Di Jepang, banyak orang dengan perilaku mesum mengintip perempuan. Kepolisian Jepang pun membuat tindakan pencegahan lewat YouTube.

Menurut Divisi Keamanan Pribadi Polisi Prefektur Kyoto kasus penangkapan terhadap voyeurs ini sudah naik sebanyak 25% dibandingkan dari tahun lalu.

Voyeurism sendiri adalah perilaku memperoleh kenikmatan seksual dengan cara mengintip atau mengamati orang lain yang sedang telanjang atau berhubungan seksual.

Akibat meningkatnya kasus tersebut, pihak kepolisian pun memutuskan untuk mengambil tindakan dengan pendekatan yang lebih proaktif salah satunya melalui YouTube.

YouTube, sama seperti kebanyakan platform online lainnya telah menargetkan sebuah iklan yang dimaksudkan untuk menargetkan pengguna tertentu berdasarkan apa yang mereka telusuri dengan harapan dapat cukup relevan untuk membuat pengguna tertarik membeli produk atau layanan.

Misal seperti jika pengguna sedang mencari konten konsultan keuangan maka kemungkinan akan ada iklan atau produk seperti investasi atau layanan finansial lainnya.

Nah, kepolisian Jepang akan menggunakan iklan bertarget ini dan mengubahnya menjadi sebuah peringatan bagi para calon voyeurs. Polisi akan menargetkan pengguna laki-laki berusia di atas 18 tahun yang kemungkinan akan melakukan pencarian konten 'peeping' (mengintip) dan 'small camera' (kamera kecil).

Hal tersebut mungkin akan menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka tertarik untuk menonton video voyeuristik atau justru ingin menjadi pelakunya.

Dalam video tersebut akan ada iklan yang memberikan peringatan bahwa voyeurisme adalah tindak kejahatan. Iklan ini rencananya akan ditayangkan hingga pertengahan November.

Dilansir detiKINET dari Japan Today, Rabu (3/11/2021) keputusan kepolisian ini pun mengundang pro kontra dari netizen di Jepang di mana cara polisi ini bukan ide yang baik bahkan dinilai melanggar privasi pengguna.

"Jadi mereka mengintip semua riwayat pencarian kita untuk berhenti mengintip?"

"Saya mengerti bahwa itu mungkin dan bahkan mungkin berhasil, tetapi saya masih tidak menyukainya."

"Ini ide yang buruk."

"Saya harap ini tidak lepas kendali dan mereka mulai mengawasi orang berdasarkan riwayat pencarian."

"Bukankah mungkin banyak orang normal juga tertarik dengan kamera kecil?"

Di sisi lain ada juga komentar yang mendukung langkah polisi ini.

"Kami ingin orang-orang yang melihat iklan tersebut mengingat bahwa mereka akan ditangkap."



Simak Video "Konten Pengetahuan di YouTube Makin Diminati Masyarakat"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)