Kecurigaan di Balik Facebook Ganti Nama Jadi Meta

ADVERTISEMENT

Kecurigaan di Balik Facebook Ganti Nama Jadi Meta

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 30 Okt 2021 13:38 WIB
Facebook employees take a photo with the companys new name and logo outside its headquarters in Menlo Park, Calif., Thursday, Oct. 28, 2021, after the company announced that it is changing its name to Meta Platforms Inc. (AP Photo/Tony Avelar)
Facebook jadi Meta. Foto: AP/Tony Avelar
Jakarta -

Facebook berubah namanya menjadi Meta di event Connect 2021. Meta nantinya akan menjadi induk perusahaan yang menaungi Facebook, Instagram, WhatsApp, Oculus, dan lainnya. Ada kecurigaan di balik pergantian nama ini.

Zuckerberg sebelumnya pernah menyebut metaverse sebagai masa depan internet. Meski sebelumnya nama metaverse identik dengan sesuatu yang dystopia dan cenderung negatif, Zuckerberg meyakini metaverse akan membawa keuntungan besar untuk ekonomi digital.

"Jadi kami ingin memiliki identitas brand baru yang, seperti yang diberitakan, selaras dengan visi masa depan yang sedang kami kerjakan," sambungnya.

Namun ada yang menilai perubahan nama dilakukan Facebook untuk mengalihkan perhatian dari beberapa kontroversi yang belakangan mendera. Misalnya sebuah bocoran dokumen riset internal menyebut Facebook tahu bahwa Instagram mengganggu kesehatan mental remaja serta juga sulit bagi Facebook untuk mengendalikan ujaran kebencian.

"Langkah ini kelihatannya karena Facebook mencoba untuk mengalihkan perhatian dari beberapa laporan negatif terhadap perusahaan itu. Kritik meyakini bahwa Facebook melakukan hal ini karena mereknya menjadi toxic. Seorang senator menyebut perubahan nama ini kosmetik saja," tulis James Clayton, reporter teknologi BBC yang dikutip detikINET.

"Kedua, Metaverse itu belum eksis. Zuckerberg menekankannya sebagai produk jangka panjang. Jadi, nama yang benar-benar tidak berhubungan dengan layanan utama barangkali agak sedikit aneh. Ketiga, kita tahu bahwa perubahan merek brand lain gagal. Tidak ada yang menyebut Google sebagai Alphabet," tambah dia.

Namun demikian, perubahan ini berarti Zuck yakin dengan visinya akan masa depan dunia virtual dan bisa jadi pula dia dan Meta akan menjadi pelopornya. "Namun demikian, kita masih harus melihat apakah orang akan tertarik dengannya," pungkas dia.

Visi metaverse yang dibayangkan Zuckerberg adalah tempat virtual di mana semua orang bisa berinteraksi menggunakan virtual reality dan augmented reality, tapi tetap terasa seperti bertemu secara langsung.

Selain untuk menekankan fokus baru perusahaan, Zuckerberg mengatakan nama Facebook tidak lagi sesuai dengan identitas perusahaan yang ingin lepas dari citra perusahaan media sosial. Apalagi kini mereka memiliki Instagram dan WhatsApp, jadi penggunaan nama Facebook kurang cocok mewakili identitas perusahaan.



Simak Video "Meta Akan Ambil Komisi Hampir 50% di Metaverse"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/asj)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT