Sudah Setahun Jack Ma Menghilang Tanpa Kejelasan

Sudah Setahun Jack Ma Menghilang Tanpa Kejelasan

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 08 Okt 2021 05:45 WIB
Jack Ma menghilang dari pandangan publik. Sebelumnya pemilik Alibaba dan Ant Group itu mengkritik regulator China pada konferensi di Shanghai pada Oktober 2020.
Jack Ma sudah setahun menghilang. Foto: AP Photo
Jakarta -

Pada Oktober 2020 setahun lalu, Jack Ma berpidato yang mengkritik sistem keuangan China. Sejak itulah, bisa dikatakan dia hilang secara misterius tanpa kejelasan yang memadai di mana lokasinya dan bagaimana keadaannya. Ia hanya beberapa kali muncul, kebanyakan di dunia maya.

Awalnya, kritik kerasnya pada sistem finansial di China bikin pemerintah China marah, bahkan menurut sumber, Presiden Xi Jinping sendiri yang memerintahkan IPO Ant Financial, perusahaan Jack Ma yang hendak melantai di bursa saham, dihentikan. Tak hanya itu, Alibaba kemudian didenda besar karena tuduhan aksi monopoli.

Jack Ma berpidato di Bund Summit, sebuah event di Shanghai yang dihadiri ratusan bankir dan perwakilan pemerintah China. Pada intinya, ia mengatakan bahwa regulasi keuangan yang ada sekarang dan sistem perbankan di China sudah ketinggalan zaman.

Menurut Ma, sistem aturan perbankan yang disebut Basel Accords, yang dipakai sebagai regulasi di dunia dan di China, dibuat oleh sekelompok orang-orang tua. Ia mempertanyakan apakah China masih membutuhkannya di tengah perkembangan pesat pada saat ini.

Ma menambahkan, sistem finansial China masih didominasi bank pemerintah yang besar dan sebenarnya membutuhkan teknologi lain. "Bank besar seperti sungai besar, kita perlu kolam, anak sungai dan sistem kanal kecil. Tanpa itu di ekosistem, banjir dan kekeringan akan selalu terjadi," kata Jack Ma mengibaratkan.

Bahkan ia menyebut bisnis bank di China dijalankan seperti rumah gadai, di mana bank selalu meminta jaminan cukup untuk pinjaman. Akibatnya, banyak bisnis kecil kesulitan mendapatkan pinjaman. Di masa depan, keputusan memberi pinjaman menurutnya harus diputuskan oleh big data dan rekam jejak kredit.

Ia melanjutkan, sistem perbankan secara umum dirancang untuk industri masa lalu, tapi di masa mendatang perlu memakai teknologi baru termasuk big data, cloud dan blockchain. "Inovasi selalu datang bersama risiko, tidak ada inovasi tanpa risiko. Tapi risiko terbesar adalah jika mencoba meminimalisir risiko sampai nol," lanjut Jack Ma.

Pidato Jack Ma itu turut didengarkan oleh para pejabat top termasuk gubernur bank sentral China, Yi Gang, Wakil Menteri Keuangan Zou Jiayi serta Wang Qishan, tangan kanan Presiden Xi Jinping. Menurut sumber, mereka seperti tertampar karenanya dan langsung mengambil tindakan.

Halaman selanjutnya>>> Nasib malang Jack Ma