Teknologi Hidup Abadi Bakal Jadi Monopoli Kaum Elit?

Teknologi Hidup Abadi Bakal Jadi Monopoli Kaum Elit?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 22 Sep 2021 19:00 WIB
Jeff Bezos
Jeff Bezos investasi pada teknologi hidup abadi. Foto: USA Today
Jakarta -

Jeff Bezos, orang terkaya dunia pemilik Amazon, Larry Page pendiri Google sampai investor Peter Thiel kabarnya intensif mengguyur investasi untuk teknologi yang dapat menghambat penuaan, bahkan mungkin hidup abadi. Apakah nanti teknologi semacam itu akan jadi monopoli kaum elit saja?

Seperti diberitakan, Bezos dilaporkan berinvestasi pada perusahaan baru bernama Altos Lab yang mencanangkan ambisi itu. Sebelumnya, Bezos juga sudah memberi modal pada Unity Biotechnology, perusahaan yang sedang mencari obat untuk menahan penuaan.

Tidak menutup kemungkinan sebenarnya teknologi semacam itu akan bermanfaat. "Teknologi yang pada awalnya hanya terjangkau orang kaya biasanya akan tersedia lebih luas seiring waktu berjalan," sebut Stefan Schubert, periset di London School of Economics.

Misalnya saja, seperti dikutip detikINET dari CNBC, smartphone dan tiket pesawat. Bisa jadi teknologi menghambat penuaan akan bisa dijangkau banyak orang.

"Pada pengadopsi awal cenderung membayar lebih banyak dan mengambil risiko lebih tinggi dari pasar massal, jadi jika terapi semacam itu dimulai dengan mahal atau berisiko, memang seperti itu keadaannya," cetus Jaan Tallinn, salah satu pendiri Skype.

Teknologi semacam itu mungkin bisa menyembuhkan penyakit yang mengintai lansia seperti sakit jantung atau dementia. "Memperpanjang usia dalam waktu dekat mungkin tidak bisa, tapi mengidentifikasi gangguan penuaan lebih memungkinkan," sebut Sean O Heigeartaigh dari Cambridge University.

Namun demikian tentu ada kontra dari masalah etika sampai dampaknya bagi Bumi jika makin banyak manusia yang hidup lama atau bahkan hidup abadi. Akademisi ini misalnya, menilai akan lebih baik uang para orang kaya itu dimanfaatkan untuk mengatasi perubahan iklim. "Tidak ada gunanya hidup selamanya di Bumi yang sekarat," cetus Jon Crowcroft dari Cambridge University.



Simak Video "Elon Musk Salip Jeff Bezos Jadi Orang Terkaya di Dunia Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/rns)