Elon Musk Sindir Joe Biden di Twitter, Ada Apa?

Elon Musk Sindir Joe Biden di Twitter, Ada Apa?

Virgina Maulita Putri - detikInet
Senin, 20 Sep 2021 10:00 WIB
Elon Musk
Elon Musk Sindir Joe Biden di Twitter, Ada Apa? Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI
Jakarta -

Elon Musk tiba-tiba menyindir Presiden Amerika Serikat Joe Biden di Twitter tidak lama setelah SpaceX berhasil membawa empat warga sipil ke luar angkasa. Ada apa?

Sindiran ini bermula ketika salah seorang followers Musk di Twitter bertanya mengapa Presiden AS belum memberikan respons setelah SpaceX menyelesaikan misi Inspiration4 dan membantu mengumpulkan ratusan juta dolar untuk rumah sakit anak St. Jude.

Musk kemudian menjawab, "Dia masih tidur," seperti dikutip dari CNBC, Senin (20/9/2021).

Seperti diketahui, SpaceX berhasil menerbangkan empat warga sipil dalam misi Inspiration4 ke luar angkasa menggunakan kapsul Crew Dragon. Setelah menghabiskan tiga hari di luar angkasa, kapsul tersebut kembali ke Bumi pada Sabtu (18/9).

Salah satu tujuan misi Inspiration4 adalah untuk menggalang dana sebesar USD 200 juta bagi St. Jude Children's Hospital. Setelah misi Inspiration4 berakhir, mereka berhasil mengumpulkan USD 160,2 juta, dan Elon Musk kemudian ikut menyumbangkan USD 50 juta, sehingga totalnya mencapai USD 210 juta.

Sindiran Musk ini sepertinya terinspirasi dari ejekan yang sering dilontarkan mantan Presiden AS Donald Trump kepada Biden. Selama kampanye pilpres AS 2020, Trump sering meledek Biden dengan memanggilnya 'Sleepy Joe'.

Sindiran Musk kepada Biden ini cukup mengejutkan mengingat ia sebelumnya mengatakan tidak ingin terlibat dengan politik. Tapi lewat sindiran ini, Musk sepertinya tidak enggan untuk mengkritik pemerintah AS yang sering mengincar perusahaannya.

Misalnya, SpaceX pernah diinvestigasi oleh Kementerian Kehakiman AS karena dituding mendiskriminasi calon karyawan karena status kewarganegaraannya.

Selain itu, sebagai CEO Tesla Musk juga pernah mengeluhkan proposal pemerintahan Biden yang mengharuskan mobil listrik dibuat secara domestik oleh serikat pekerja jika ingin mendapatkan insentif ekstra sebesar USD 4.500. Meski Tesla memiliki beberapa pabrik di AS, mereka merupakan produsen mobil terbesar di AS yang tidak memiliki serikat pekerja.

Di sisi lain Musk dan SpaceX juga memiliki hubungan yang baik dengan pemerintah federal AS. Contohnya, SpaceX belum lama ini memenangkan kontrak sebesar USD 2,89 miliar dari NASA untuk membuat wahana pendarat yang akan digunakan untuk misi ke Bulan.

Simak juga 'Cerita Turis SpaceX Saat Berwisata di Luar Angkasa':

[Gambas:Video 20detik]



(vmp/vmp)