Kedubes China Berang Vaksin Sinovac Disebut Berkualitas Rendah

Kedubes China Berang Vaksin Sinovac Disebut Berkualitas Rendah

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 09 Sep 2021 08:50 WIB
Ilustrasi Vaksin COVID-19 Sinovac (Photo by NICOLAS ASFOURI / AFP)
Ilustrasi vaksin Sinovac. Foto: AFP/NICOLAS ASFOURI
Bangkok -

Di Thailand, beberapa pihak menuding vaksin Sinovac yang banyak dipakai penduduk negara itu berkualitas rendah dan kurang efektif dalam menangkal virus Corona. Hal itu membuat Kedutaan Besar China di Bangkok berang dan memberi bantahan melalui media sosial.

"Pemerintah China mengantarkan vaksin Sinovac ke Thailand pada kesempatan pertama yang kami bisa untuk membantu negara ini melawan COVID-19 walaupun permintaan vaksin di China masih tinggi dan kapabilitas produksi masih belum layak," tulis Kedutaan China di Facebook.

Pengiriman vaksin itu disebut sebagai tanda persahabatan China dengan Thailand. Mengenai kualitasnya dalam melawan virus Corona pun dapat dipertanggungjawabkan.

"Vaksin yang dikirim pemerintah China telah disetujui oleh WHO untuk pemakaian darurat dan lolos trial yang disyaratkan di Thailand. Vaksin ini aman, efektif dan tersetifikasi secara penuh dalam hal kualitas," tambah mereka seperti dikutip detikINET dari The Star.

Lebih lanjut, Kedutaan China menambahkan tes klinis di Chile mengungkap vaksin Sinovac lebih dari 86% efektif mencegah gejala berat dan kematian di antara penderita Corona. Kemudian studi di Indonesia menunjukkan vaksin Sinovac efektif sekitar 95% mencegah pasien sekarat.

"Namun demikian, ada pihak dan orang tertentu di Thailand yang menuding Sinovac rendah kualitas dan efikasinya melawan COVID-19. Tudingan ini benar-benar mengabaikan bukti ilmiah dan merusak niat baik China untuk Thailand," lanjut Kedutaan China.

Mereka pun meminta pihak-pihak tersebut untuk menghentikan tuduhannya terhadap vaksin Sinovac. Namun demikian, tudingan tersebut tidak akan menghentikan bantuan China pada Thailand. "Kami akan terus membantu Thailand dengan ketulusan dan niat baik bersama kedua negara," pungkas mereka.



Simak Video "Vaksin Sinovac Terbukti 87,5% Cegah Kasus COVID-19 Rawat Inap"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)