Catat Nih! Ini Keahlian yang Tengah Dibutuhkan Industri Digital

Catat Nih! Ini Keahlian yang Tengah Dibutuhkan Industri Digital

Angga Laraspati - detikInet
Kamis, 29 Jul 2021 10:46 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika beserta Telkom Indonesia menggelar konferensi pers soal gangguan internet di Jayapura pascaputusnya kabel laut.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate membeberkan beberapa keahlian sumber daya manusia (SDM) yang tengah dibutuhkan oleh industri digital saat ini. Keahlian ini juga disebut dapat membantu dalam mengakselerasi transformasi digital yang tengah dilakukan Indonesia.

Dalam acara TalentTalks Pembukaan DTS 2021 secara virtual, hari ini, Johnny mengatakan bidang keahlian tersebut antara lain big data analytics, cyber security, cloud computing, web developer, cyber operation, data analyst, digital marketing, graphic designer, IT perbankan, IT project management, smart city dan keahlian intermediate skills yang diperlukan.

"Dunia industri khususnya industri digital, tidak hanya membutuhkan hard skills, tetapi butuh dilengkapi dengan soft skills yang sering disebut dengan 24th century skills," ujar Johnny dalam acara tersebut, Rabu (28/7/2021).

Johnny menambahkan, industri digital juga membutuhkan 4C yaitu critical thinking, creativity, collaboration, dan communication skill. Menurutnya, kombinasi dari semua skill tersebut yang paling dibutuhkan untuk memastikan kesuksesan menuju digital society.

Lebih lanjut, Johnny mengatakan saat ini ekonomi digital Indonesia juga diproyeksikan akan melampaui US$ 124 Miliar di tahun 2024. Potensi ekonomi digital Indonesia juga dapat terlihat dari laporan tahun lalu yang tumbuh 2 digit sebesar 10,58%.

"Pada saat berbagai sektor lainnya mendapatkan tekanan dan kontraksi yang luar biasa, justru sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) tumbuh double digit ya, 10,58%," kata Johnny.

Karena potensi ekonomi digital yang besar tersebut, Pemerintah Indonesia juga telah menargetkan di tahun 2024 setidaknya sekitar 50% dari UMKM Indonesia atau setara dengan sekitar 30 juta UMKM dapat go digital.

Johnny melanjutkan, Presiden Joko Widodo juga mendorong Indonesia untuk dapat menghasilkan startup digital di sektor keuangan, perindustrian, broadcasting, pertanian dan perikanan, pendidikan, kesehatan, perkotaan, dan lain sebagainya.

"Yang membutuhkan digital talent yang sangat besar, khususnya intermediate skills digital talent," tutur Johnny.

Oleh karena itu, Kominfo tahun ini kembali membuka pelatihan Digital Talent Scholarship (DTS) 2021 dengan 8 akademi pelatihan yang bisa diikuti oleh para peserta. Dengan pelatihan ini, Johnny berharap industri digital akan percaya dengan talenta digital yang dimiliki oleh warga Indonesia.

"Hal ini tentunya akan berdampak pada semakin percayanya industri teknologi untuk merekrut tenaga kerja dalam negeri serta kemampuan dari para talenta digital Indonesia untuk menciptakan lapangan kerja yang baru," katanya.

Ia juga berterima kasih kepada para pihak yang sudah turut serta dalam memastikan penyelenggaraan program yang ditujukan untuk menghasilkan talenta-talenta digital baru di Indonesia ini.

"Kami tentu berterima kasih dan akan terus membangun kerja sama kolaborasi yang kuat agar cita-cita kita bersama untuk menghasilkan intermediate skills di Indonesia yang menguasai tidak saja hardskills tetapi juga softskills bisa semakin banyak jumlahnya," ucapnya.



Simak Video "50.000 Talenta Digital untuk Hilirisasi Ekonomi Digital"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/fay)