Telkom-Technoplast Bikin Boks Pintar untuk Vaksin COVID-19

Telkom-Technoplast Bikin Boks Pintar untuk Vaksin COVID-19

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Sabtu, 24 Jul 2021 22:02 WIB
Vaksin COVID-19 Moderna
Ilustrasi vaksin COVID-19. Foto: dok. Kemenkes
Jakarta -

Telkom berkolaborasi dengan Trisinar Indopratama (Technoplast) membuat boks vaksin berbasis internet of things (IoT) untuk mempermudah distribusi vaksin COVID-19 ke seluruh Indonesia.

Boks vaksin COVID-19 ini bernama Insulated Vaccine Carrier (IVC) Technoplast, yang berfungsi untuk menjaga kualitas vaksin dan mengukur risiko pengiriman vaksin saat proses distribusi ke pelosok Indonesia.

Boks vaksin ini diklaim sebagai boks vaksin standar medis pertama di Indonesia dengan teknologi IoT, yang mampu menjaga stabilitas suhu 2-8 derajat celcius selama 48 jam melalui penilaian balai uji Sucofindo.

Kolaborasi ini mulai diwujudkan dalam bentuk penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT. Telkom Indonesia, diwakili oleh Syaifudin selaku Executive Vice President Divisi Business Service dan Sjamsoe Fadjar selaku Direktur Utama PT. Trisinar Indopratama yang dilakukan secara virtual di Jumat (23/7).

Edi Witjara, Direktur Enterprise & Business Service Telkom Indonesia menyambut baik kolaborasi Telkom bersama Technoplast, karena inisiatif ini mendukung segala upaya pemerintah dalam menggenjot distribusi vaksin covid-19 demi mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).

"Penggunaan IoT pada IVC memungkinkan pengiriman data yang akurat, sekaligus mencatat pergerakan suhu secara sistematis selama distribusi berlangsung. Data ini akan menjamin parameter kualitas vaksin tetap baik sesuai ketentuan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan," jelas Edi dalam keterangan yang diterima detikINET.

Sementara itu, Ellies Kiswoto, Direkur Technoplast, menjelaskan pada awalnya perusahaan hanya fokus melakukan inovasi pembuatan boks vaksin standar medis sesuai spesifikasi vaksin COVID-19 hasil ketetapan pemerintah yakni dapat menjaga suhu 2-8 derajat selama penyimpanan dan distribusi.

Namun, Technoplast juga melihat kompleksitas geografis khususnya distribusi ke 514 kabupaten/kota di Indonesia yang perlu ditunjang implementasi teknologi di dalamnya.

"Penempatan IoT pada IVC Technoplast adalah terobosan yang menjawab kebutuhan pemangku kepentingan dalam memastikan kualitas dan keamanan vaksin pada setiap titik distribusi," jelas Ellies.

"Faktanya adalah vaksin merupakan produk biologis yang mudah rusak, maka penggunaan teknologi IoT pada boks vaksin mampu menekan resiko pengiriman vaksin oleh para produsen dan pemangku kepentingan secara terintegrasi," tambahnya.

Ellies berharap inovasi ini bisa dimanfaatkan secara optimal oleh para pemangku kepentingan terkait dalam mendukung distribusi rantai dingin vaksin.

"Kami berharap keberlanjutan kemitraan bersama Telkom Indonesia dalam mewujudkan inovasi-inovasi berdampak baik di masa mendatang." tutup Ellies.



Simak Video "Epidemiolog Jelaskan soal Heboh Turunnya Efikasi Vaksin Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/rns)