Kisah Pilu Siboen Merintis Kampung YouTuber di Banyumas

Kampung YouTuber

Kisah Pilu Siboen Merintis Kampung YouTuber di Banyumas

Arbi Anugrah - detikInet
Kamis, 10 Jun 2021 16:48 WIB
Profil Siboen dan Kampung Youtuber di Banyumas
Siboen, perintis Kampung YouTuber di Banyumas (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Banyumas -

Kampung YouTuber di Banyumas dan sosok Siboen sebagai pionirnya, kini sudah dikenal banyak orang. Semua itu karena Siboen tak mau menyerah dengan keadaan.

Siswanto (38) dengan akun YouTube-nya Siboen Chanel kini punya 1,22 juta subscribers dan 2.032 konten video. Kampung YouTuber di Desa Kasegeran, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas juga sudah terkenal.

Namun di balik kesuksesan Siboen saat ini, ternyata memiliki jalan cerita yang sangat memilukan. Siboen berbagi kisahnya berjuang dalam obrolan dengan detikINET, Senin (7/6/2021) lalu.

Mengawali kisahnya, Siboen mengatakan dirinya hanya lulusan SD dan bukan dari keluarga yang mampu. Ayahnya hanya seorang pedagang keliling saat ada acara hiburan desa dan ibunya yang seorang pedagang sayur. Siboen membantu orangtuanya berjualan, namun karena masalah biaya akhirnya Siboen putus sekolah.

Setelah lulus SD sekitar tahun 1996, dirinya yang masih remaja ini mengadu nasib ke Jakarta sekitar tahun 1997 hingga 1998. Saat kerusuhan Mei 1998 terjadi, Siboen terpaksa pulang ke desanya demi keselamatan jiwa. Masa remaja yang tidak menentu pada Siboen dan kawan-kawan, membuatnya dianggap oleh warga kampung sebagai anak nakal.

"Jadi dulu kita anak muda yang nakal-nakalnya anak muda, namanya di kampung. Tapi kita sebenarnya bukan anak nakal, tapi anak putus sekolah, jadi kita mau ngelanjutin sekolah orangtua tidak mampu membiayai, sehingga berhenti di sekolah dasar," kata Siboen.

Mengetahui hal tersebut, Kepala Desa Kasegeran, Seifudin yang pada tahun 1999-2000 menjabat periode pertama menyampaikan jika ada program pelatihan gratis untuk anak anak putus sekolah dan anak-anak tidak mampu. Dari situ dirinya sangat tertarik untuk ikut berangkat mencari ilmu ke Panti Rehabilitasi Antasena di Magelang agar dapat lebih baik ke depannya.

"Saya berangkat kesana, saya tidak tahu kalau Antasena itu panti rehabilitasi anak nakal, jadi saya seperti terjebak sebenarnya. Tetapi saya tidak perdulikan itu, intinya ilmunya," ujarnya.

Satu tahun dirinya belajar di panti tersebut hingga menguasai ilmu mekanik otomotif motor sebagai lulusan terbaik se-Indonesia. Dia belajar karena memang niat, bukan karena dipaksa, bukan karena kenakalan, dan bukan karena kesalahan.

"Karena ini sudah jalan Tuhan, jadi di sana saya banyak belajar, bahwa kenakalan itu tidak akan berguna jika kita tidak berubah. Tetapi kenakalan itu akan berguna, jika kita manfaatkan kenakalan itu menjadi energi untuk kita menjadi lebih baik, karena orang hebat itu sisa dari kenakalan dan kesalahan," tuturnya.

Sebagai lulusan terbaik, dirinya langsung diminta bekerja di Yogyakarta hingga Jakarta. Namun pada akhirnya dirinya kembali ke desanya untuk membuka bengkel secara mandiri dan menikah.

Siboen banting tulang menafkahi keluarga. Dia membuka bengkel dan menjadi pemulung rongsokan. Ditambah istrinya kala itu tengah hamil anak ketiganya dan akan membutuhkan biaya. Sementara, bengkel tidak dapat dijadikan andalan untuk pemenuhan kebutuhan. Segala jenis pekerjaan dilakoni dan Siboen tak mau menyerah.

Halaman selanjutnya: merintis YouTube dan Kampung YouTuber...



Simak Video "Ada Oknum Pedagang Ancam Pancal Pengunjung di Malioboro, Ini Kata Pengelola"
[Gambas:Video 20detik]