Alat Kesehatan Google Bisa Identifikasi Kondisi Kulit

Alat Kesehatan Google Bisa Identifikasi Kondisi Kulit

Josina - detikInet
Kamis, 20 Mei 2021 14:42 WIB
Alat Kecerdasn Buatan Google Identifikasi Kulit
Foto: Google
Jakarta -

Upaya terbaru Google dalam hal perawatan kesehatan adalah menciptakan alat berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu orang mengidentifikasi kondisi kulit, rambut atau kuku.

Perusahaan telah mempratinjau alat tersebut pada ajang I/O dan mengatakan dapat segera meluncurkan uji coba pada akhir tahun ini.

Nantinya, pengguna dapat menggunakan kamera ponsel mereka untuk mengambil tiga gambar dari area masalah misalnya terdapat ruam di lengan mereka. Lalu mereka akan menjawab serangkaian pertanyaan tentang jenis kulit dan gejala lainnya. Kemudian alat tersebut akan memberikan daftar kemungkinan kondisi dari rangkaian 288 yang dilatih untuk mengenali gejala tersebut.

Alat Kecerdasn Buatan Google Identifikasi KulitAlat Kecerdasn Buatan Google Identifikasi Kulit. Foto: Google

Karen DeSalvo Chief Health Officer Google Health mengatakan ini tidak dimaksudkan untuk mendiagnosis masalah. Google memutuskan untuk mengatasi kondisi kulit menggunakan kecerdasan buatan karena prevalensinya.

"Orang-orang datang ke Google untuk bertanya tentang kondisi kulit. Kami mendapatkan sekitar 10 miliar pertanyaan tentang kondisi kulit setiap tahun, " katanya dalam wawancara dengan The Verge yang dilansir detiKINET, Kamis (20/5/2021).

Para ahli dapat membantu orang-orang menentukan apakah itu sesuatu yang sederhana atau menunjukkan penyakit yang lebih serius.

DeSalvo berharap alat ini dapat membantu orang mendapatkan informasi yang akurat tentang kondisi potensial dengan cepat tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam melakukan riset online sendiri.

Tim melatih model tersebut pada jutaan gambar masalah kulit, ribuan gambar kulit sehat dan 65.000 gambar dari pengaturan klinis. Model tersebut mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, jenis kulit, jenis kelamin, dan ras saat menyarankan kemungkinan kondisi.

Saat diuji pada sekitar 1.000 gambar masalah kulit dari beragam pasien, Google mengatakan mengidentifikasi kondisi yang benar dalam tiga saran teratas 84% dari waktu. Ini termasuk kondisi yang benar sebagai salah satu kemungkinan masalah 97 persen dari waktu.

Sistem baru ini dibangun berdasarkan hasil kerja Google sebelumnya menggunakan alat kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi kondisi kulit. Perusahaan menerbitkan iterasi pertama dari sistem pembelajaran mendalam di Nature Medicine musim semi lalu.

Makalah itu menunjukkan bahwa sistem dapat mengidentifikasi 26 kondisi kulit yang umum sama akuratnya dengan dokter kulit dan lebih akurat daripada dokter perawatan primer.

Pada bulan April, perusahaan menerbitkan studi lain yang menunjukkan bahwa sistem tersebut dapat membantu dokter non-dermatologis mendiagnosis kondisi kulit dengan lebih akurat.

Google juga bekerja sama dengan tim peneliti Universitas Stanford untuk menguji seberapa baik alat tersebut bekerja di lingkungan perawatan kesehatan.

Perusahaan memperoleh tanda perangkat medis Kelas I untuk alat tersebut di Uni Eropa yang menetapkannya sebagai perangkat medis berisiko rendah. Meski demikian hal tersebut belum dievaluasi lebih lanjut oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration).



Simak Video "Google Umumkan 8 Startup yang Telah Lulus dari Program Akselerasinya"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)