Waspada dan Cek Lagi Soal Hoax Vaksin COVID-19

Waspada dan Cek Lagi Soal Hoax Vaksin COVID-19

Agus Tri Haryanto - detikInet
Minggu, 02 Mei 2021 19:15 WIB
China memamerkan vaksin Corona untuk pertama kali di China International Fair for Trade in Services. Kandidat vaksin Corona yang dipamerkan merupakan produksi perusahaan China Sinovac Biotech dan Sinopharm.
Foto: AP/Mark Schiefelbein
Jakarta -

Seiring dengan kedatangan vaksin Sinopharm di Indonesia, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengimbau masyarakat untuk tetap waspada hoax vaksin COVID-19.

Berdasarkan temuan Tim Ais Ditjen Aptika Kementerian Kominfo hingga Jumat (30/4/2021) Menkominfo menyebutkan ada 1.556 isu hoax mengenai COVID-19 dengan total sebaran 3.261 di berbagai platform media sosial.

Dari 3.216 konten yang tersebar itu, pemerintah telah melakukan pemutusan akses atau take down sebanyak 2.816 konten.

"Disinformasi atau hoax ini adalah musuh bersama. Hoax dapat menghambat upaya kita bersama dalam melakukan penanganan COVID-19. Kita harus selalu cek dan ricek setiap informasi yang kita terima, saring sebelum sharing dan selalu merujuk pada sumber-sumber informasi yang akurat dan dapat dipercaya," tutur Menkominfo.

Sebagai rujukan yang dapat menjadi acuan masyarakat mendapatkan informasi tentang COVID-19, misalnya melalui situs WHO dan UNICEF, ataupun mengakses laman www.covid19.go.id yang dikelola oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), serta situs Kementerian Kesehatan.

Adapun, untuk memeriksan suatu informasi apakah itu hoax atau bukan, maka bisa mengunjungi laman ini https://s.id/infovaksin.

Menkominfo mengungkapkan bahwa untuk memerangi hoax, khususnya berkaitan dengan pandemi, seperti vaksin COVID-19 itu diperlukan penindakan secara bersama-sama.

"Dari hulu melalui pendekatan edukasi literasi digital, di sisi tengah adalah upaya bersama pemerintah, komunitas dan media massa dalam melakukan klarifikasi dan diseminasi informasi, sedangkan di sisi hilir adalah penegakan hukum berupa pemutusan akses dan upaya lebih lanjut oleh kepolisian," pungkasnya.



Simak Video "Apakah Tubuh Jadi Kebal COVID-19 Setelah Divaksin? "
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)