Dianggap Sesat, Facebook Bekukan Akun Presiden Venezuela

Dianggap Sesat, Facebook Bekukan Akun Presiden Venezuela

Josina - detikInet
Kamis, 01 Apr 2021 08:01 WIB
Aplikasi Facebook
Foto: Unsplash/Kon Karampelas
Jakarta -

Facebook dilaporkan telah membekukan akun Facebook Presiden Venezuela Nicolas Modura karena dinilai telah melanggar kebijakan terkait penyebaran informasi yang salah tentang COVID-19. Pasalnya ia mempromosikan pengobatan yang diklaim dapat menyembuhkan virus tersebut tanpa adanya rekomendasi dari dokter dan bukti lainnya.

Pihak Facebook pun telah menghapus video Moduro yang mempromosikan Carvativir sebuah obat yang berasal dari daun thyme sebagai obat "ajaib" yang dapat menetralkan virus corona tanpa adanya efek samping.

"Kami menghapus video yang diposting ke Halaman Presiden Nicolas Maduro karena melanggar kebijakan kami terhadap informasi yang salah tentang COVID-19 yang kemungkinan akan membahayakan orang," kata juru bicara Facebook yang dilansir detiKINET dari CNET.

Langkah Facebook menghapus akun Presiden Venezuela ini mengikuti panduan dari organisasi kesehatan dunia WHO yang mengatakan saat ini tidak ada obat yang dapat menyembuhkan virus tersebut.

"Karena pelanggaran berulang terhadap aturan kami, kami juga membekukan laman selama 30 hari," kata Facebook.

Namun tindakan Facebook ini pun dikecam oleh pemerintahan Venezuela yang menuding Facebook telah melakukan 'totaliterisme digital' karena telah membekukan akun presiden Venezuela.

Kementerian Informasi Venezuela mengatakan Facebook menargetkan konten yang diarahkan untuk memerangi virus Corona dan menggambarkan Carvativir sebagai retroviral dari 'produksi dan rekayasa nasional'

"Kami menyaksikan totaliterisme digital yang dilakukan oleh perusahaan supranasional yang ingin menerapkan hukum mereka di negara-negara di dunia," kata Kementerian Informasi Venezuela dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Reuters.

Namun Facebook enggan berkomentar terkait tudingan tersebut.

Laporan dari CNN Indonesia, para dokter di Venezuela telah memperingatkan bahwa efektivitas Carvativir terhadap virus korona belum diketahui. Obat itu berasal dari thyme, yang merupakan ramuan kuno yang telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional.

Presiden Maduro yang dicap sebagai diktator oleh beberapa negara lain, mencuit di akun Twitter pribadinya pada Minggu, (28/3). Ia akan menyiarkan informasi virus korona hariannya di akun Facebook istrinya, Silia Flores.

Negara itu telah mengalami lonjakan kasus infeksi baru-baru ini. Venezuela telah melaporkan setidaknya 155.600 kasus COVID-19 dan lebih dari 1.500 kematian sejak pandemi dimulai.

Meski terjadi peningkatan kasus, dikutip Aljazeera pemerintah setempat tidak akan menerima vaksin AstraZeneca yang dikirimkan oleh WHO kepada negara-negara berpenghasilan rendah, dengan alasan kekhawatiran dari efek samping.

Namun Venezuela sejauh ini telah menyetujui penggunaan vaksin yang dikembangkan oleh Rusia dan China.



Simak Video "Presiden Venezuela Sebut Facebook Mengacaukan Negaranya"
[Gambas:Video 20detik]
(jsn/fay)