Lewat TokoCabang, ST-Toms Perluas Jangkauan Konsumen ke Berbagai Kota

Lewat TokoCabang, ST-Toms Perluas Jangkauan Konsumen ke Berbagai Kota

Nurcholis Ma - detikInet
Senin, 29 Mar 2021 14:10 WIB
Tokopedia
Foto: Tokopedia
Jakarta -

Belanja online menjadi populer dalam beberapa tahun belakangan karena didukung perkembangan pesat e-commerce di Indonesia. Pandemi yang sudah mewabah setahun terakhir turut menambah popularitas itu.

Hal itu juga dialami Tokopedia yang mencatatkan pertumbuhan hingga lebih dari 10 juta pengguna aktif per bulan dengan hampir 3 juta seller baru terdaftar sejak Januari 2020. Tokopedia pun menyusun sejumlah strategi.

Salah satu pengembangan layanan itu melahirkan TokoCabang yang memungkinkan penjual meningkatkan efisiensi lewat kehadiran gudang pintar di seluruh Indonesia sambil memperluas jangkauan pelanggan di area baru. Hal itu juga yang dimanfaatkan Thomas Thaslim, pemilik salah satu merchant Tokopedia, ST-Toms.

"TokoCabang membantu meneruskan produk kami dari satu kota ke khalayak yang lebih luas. Mulanya (bergabung dengan TokoCabang) memang lebih seperti proyek sampingan, tetapi datanya positif, jadi kami menambah jumlah produk di lokasi lain," kata Thomas dikutip dari CNN Indonesia, Senin (29/3/2021).

Thomas mengatakan mendirikan ST-Toms bersama Steven, saudaranya. Pada 2013, toko online yang berbasis di Jakarta itu lebih banyak berjualan di forum-forum dan grup-grup messenger.

Dari menjual powerbank, produk ST-Toms merambat ke peralatan audio. Kini mereka menyediakan berbagai produk elektronik, mulai kamera CCTV hingga headphone high-end audiophile.

"Waktu itu pembeli sering meragukan metode pembayarannya, yang kebanyakan melibatkan layanan pihak ketiga. Jadinya agak merepotkan dan mempersulit pertumbuhan kami," ujar Thomas.

Melihat masa depan pada situs e-commerce, pada 2014 Thomas dan Steven memutuskan bergabung dengan Tokopedia. Mereka memanfaatkan beragam penawaran sejak awal, seperti program cashback, serta pembebasan biaya masuk dan penyimpanan, yang disebut menarik karena penjual dapat menambah lebih banyak varian produk.

Thomas menyebut usahanya tumbuh bersama Tokopedia, terlebih setelah bergabung dengan TokoCabang yang membantu mengembangkan jangkauan ST-Toms sampai Medan, Makassar, Palembang, dan Bandung.

"Ada beberapa perubahan signifikan sejak kami bergabung dengan TokoCabang. Pertama, kami dikenal di kota-kota lain. Dari segi branding, kami baru dikenal di kota lain seperti Medan atau Surabaya, dan kami bisa memproses pesanan di hari yang sama seperti di Jakarta," tuturnya.

Thomas juga mengakui ada peningkatan efisiensi. Misalnya kecepatan memproses pesanan amat membantu penjual yang ingin rehat pada akhir pekan.

Lalu fitur lain yang juga menguntungkan penjual adalah kesempatan menjelaskan tentang produk yang diinginkan pelanggan secara rinci, meski tim internal ST-Toms tetap turun tangan terkait detail teknis produk.

"Menurut data akhir tahun 2020, penjualan kami mendekati pembagian genap 50-50 untuk pesanan in-house dan TokoCabang, terutama karena dimensi beberapa produk kami lebih besar dari batas maksimum yang diizinkan di TokoCabang," ujar Thomas.

Thomas mengaku sempat khawatir tentang fitur pembayaran saat pengantaran dan order fiktif. Namun Tokopedia mampu melacak transaksi dengan alamat mencurigakan itu dan menunjukkan data komprehensif pada ST-Toms.

Fitur berikutnya yang juga membantu ST-Toms adalah ketika Tokopedia secara otomatis menunjukkan lokasi TokoCabang terdekat sesuai alamat yang dimasukkan pembeli. Artinya, pelanggan di Bandung akan mendapatkan toko yang berbasis di Bandung, demikian pula di kota-kota lain.

Lebih lanjut Thomas menyatakan bergabung dengan TokoCabang meningkatkan penjualan ST-Toms. TokoCabang mempermudah 50 persen proses penjualan dengan penambahan omzet hampir 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

(mul/mpr)