Tan Hooi Ling, Perempuan yang Bikin Grab Menggurita

Perempuan Penguasa Teknologi

Tan Hooi Ling, Perempuan yang Bikin Grab Menggurita

Tim - detikInet
Sabtu, 06 Mar 2021 18:30 WIB
Co-Founder Grab Tan Hooi Ling
Tan Hooi Ling (Foto: Muhammad Idris/Detikcom)
Jakarta -

Berbicara berdirinya Grab, maka mata akan langsung tertuju pada sosok Anthony Tan. Namun jangan lupakan bahwa ada sosok perempuan genius yang turut membangun Grab menjadi pemain layanan transportasi online yang patut diwaspadai.

Adalah Tan Hooi Ling yang membangun Grab bersama Anthony Tan membuat MyTeksi, GrabTaxi yang kemudian berkembang sekarang dengan menyandang nama Grab hingga menjadi salah satu startup decacorn pertama di Asia Tenggara.

Tan Hooi Ling merupakan lulusan MBA Harvard ini berperan sebagai Chief Operating Officer Grab, di mana ia berfokus pada pertumbuhan pangsa pasar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia di dalamnya.

HONG KONG, HONG KONG - JULY 10: In this handout image provided by RISE, Tan Hooi Ling Co-Founder of Grab speaks at a press conference during day one of RISE 2018 at Hong Kong Convention and Exhibition Center on July 10, 2018 in Hong Kong, Hong Kong. RISE is produced by the team behind Web Summit. In 6 short years, Web Summit has become the world's largest tech event with 70,000+ attendees from 170+ countries. People from the world's biggest companies and most exciting startups are at RISE in Hong Kong to share their stories and experiences. They'll be joined by major global media, hundreds of investors and thousands of attendees for three days of legendary networking.  (Photo by RISE via Getty Images)Tan Hooi Ling Co-Founder Grab (Foto: RISE via Getty Images)

Sebagaimana dikutip dari Forbes, Sabtu (6/3/2021) perempuan yang sering tampil dengan rambut pendeknya itu meraup lebih dari USD 9 miliar sejak meluncurkan perusahaan ride hailing ini.

Bahkan, di medio September 2019, angka tersebut hampir setengah dari jumlah yang didapatkan Grab mencapai USD 4,5 miliar dalam putaran pendanaan yang dipimpin oleh Vision Fund, Softbank, Alibaba, Microsoft, dan 26 investor lainnya yang bikin nilai perusahaan di angka USD 14 miliar.

Ayah Ling yang punya latar belakang insinyur telah menginspirasinya untuk belajar teknik mesin di University of Bath di Inggris. Setelah setahun sebagai insinyur peralatan di raksasa farmasi Eli Lilly di London, Inggris, Ling lalu pindah ke perusahaan konsultan McKinsey cabang Malaysia. Dari McKinsey pula, Ling meraih gelar MBA dari Harvard.

Dari Harvard inilah, Ling bertemu dengan Anthony Tan. Suasana San Fransisco, AS, yang tak lain 'surga' para startup berada, seolah menginspirasi Ling dan Tan membangun Grab. Saking serius mengembangkan startupnya, Ling rela meniadakan liburannya untuk pergi ke Malaysia untuk membangun tim perusahaan.

"Kami kerap berdiskusi, baik soal ide maupun rencana bisnis yang dapat diwujudkan. Apalagi latar belakang kami sama-sama berasal dari Asia Tenggara," ujar Ling saat berkunjung ke Indonesia pada 2016 silam.

Sejak saat itu, Grab tumbuh-kembang jadi perusahaan transportasi online yang diperhitungkan di Asia Tenggara. Seiring itu, investor kelas kakap, mulai dari Softbank, Alibaba, Microsoft, Didi Chuxing, Toyota, hingga Hyundai mengucurkan dana segar ke kantong Grab.

Walau karir sudah mentereng, Ling tetap merendah dan masih berbagi ilmu dengan para penggelut startup pemula di Indonesia, seperti yang ia lakukan lewat Thinkubator. Thinkubator sendiri merupakan kompetisi startup, yang mana juga pelaku startup mendapat bimbingan dan ilmu dari praktisi yang sudah kenyang pengalaman.



Simak Video "Grab 'Sekolahkan' Mitra Pengemudinya Selama Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)