Baru Sehari Muncul, Tiruan Clubhouse di China Langsung Kena Semprit

Baru Sehari Muncul, Tiruan Clubhouse di China Langsung Kena Semprit

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 23 Feb 2021 06:12 WIB
Clubhouse
Baru Sehari Muncul, Tiruan Clubhouse di China Langsung Kena Semprit. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta -

ClubHorse, aplikasi jejaring sosial audio yang mempromosikan dirinya sebagai Clubhouse versi China meluncur pada Jumat (19/2). Namun keesokannya, platform yang diluncurkan di WeChat tersebut ditangguhkan dengan alasan melanggar hak hukum orang lain.

Nama ClubHorse, menurut pembuat aplikasi ini terinsipirasi dari tayangan animasi komedi dewasa di Netflix berjudul BoJack Horseman. Karakter utama dari BoJack memiliki dua sifat, optimistis dan negatif yang saling berdampingan. Ini juga yang menjadi konsep produk ClubHorse, bahwa setiap isu memiliki dua sisi berbeda.

Selain namanya yang dibuat mirip, fungsi dan desain halaman program ClubHorse juga menjiplak Clubhouse. Aplikasi ini memungkinkan setiap pengguna untuk membuat chatroom dan memulai percakapan secara gratis.

Dikutip dari Global Times, di platform komunikasi sosial audio ini, pengguna hanya dapat berinteraksi satu sama lain melalui komunikasi suara online karena tidak mendukung teks, gambar, video, atau konten lainnya.

Pengguna dapat bergabung di sebuah chatroom atau membuatnya sendiri, lalu mengundang teman mereka untuk bergabung dengan mengirimi mereka tautan chatroom di WeChat.

Seorang pengguna bernama Feng yang mencoba menjelajahi aplikasi tersebut mengatakan, ada akun yang mengklaim diri sebagai pendiri Xiaomi Lei Jun dan President Tencent Ma Huateng.

"Akun-akun ini palsu dan dibuat oleh netizen anonim. Saya bahkan melihat pidato yang diduga pidato online pertama oleh Jack Ma, tapi sebenarnya rekaman salah satu pidato Ma sebelumnya," kata Feng.

WeChat pun segera melarang ClubHorse pada Sabtu (20/2) di hari yang sama ketika developer ClubHorse berbicara dengan pengguna tentang masa depan layanan mereka.

Ada dua alasan WeChat menangguhkannya. Pertama, aplikasi ini diduga mengganggu fungsi layanan resmi. Kedua, ClubHorse telah dilaporkan sejumlah pengguna karena dicurigai melanggar hak hukum dan kepentingan orang lain.

Beberapa netizen menduga, banyaknya kesamaan di antara ClubHorse dan Clubhouse merupakan pelanggaran terhadap kekayaan intelektual yang menyebabkannya sulit eksis.

Meski ClubHorse tampaknya gagal di hari pertama kemunculannya, saat ini banyak perusahaan internet China berusaha meniru produk serupa. Laporan Global Times menyebutkan, ada startup asal China lainnya yang meluncurkan aplikasi sosial audio berbahasa China, dan angka download mereka terus naik.

"Saat ini, sekitar 100 hingga 200 tim di China berusaha membuat keuntungan melalui aplikasi sosial audio serupa Clubhouse," kata CEO Chinese Research Institution Zhang Yi.

Sementara itu, Ding Daoshi, seorang analis independen senior di sektor internet menyebutkan, aplikasi sosial audio tidak akan menjadi hit dan langgeng karena terlalu simpel.

"Ini seperti film berwarna dan film hitam-putih. Kita tidak bisa lagi mengatakan film hitam-putih menjadi mainstream hanya karena Spielberg bertentangan dengan tradisi tersebut dan menghasilkan Daftar Schindler hitam-putih," kata Ding.

Ding tidak merekomendasikan startup untuk mengikuti tren membuat aplikasi Clubhouse karena dia merasa bahwa aplikasi sosial yang menawarkan lebih banyak sarana untuk berkomunikasi lebih mungkin untuk sukses.

"Produk sosial audio semacam itu hanya menyediakan ceruk khusus untuk sejumlah kecil orang dan harus dipasarkan secara efektif untuk bertahan hidup," tutupnya.



Simak Video "Serba-serbi Clubhouse: Tengah Digandrungi, Kini Terancam Diblokir Kominfo"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)