Anak-anak Belajar Coding dan AI, Kenapa Tidak?

Anak-anak Belajar Coding dan AI, Kenapa Tidak?

Aisyah Kamaliah - detikInet
Jumat, 05 Feb 2021 16:10 WIB
Top view image of two kids lying on the floor and playing with tablet and smartphone watching movie or gaming. Mockup or template for web or application design.
Anak-anak diperkenalkan coding dan AI. Foto: iStock
Jakarta -

Kata siapa coding dan artificial intelligence (AI) hanya untuk orang dewasa? Anak-anak pun bisa lho mempelajari soal coding berdasarkan pengalaman dari Kode Kiddo yang aktif menyebarkan informasi teknologi kepada anak di Indonesia.

Meilani Hendrawijaja Founder of Kode Kiddo mengatakan bahwa mungkin masih banyak orang yang belum memahami mengapa anak-anak bisa diberikan pengertian soal coding sedari kecil. Ditambah lagi orangtua tidak menyadari teknologi-teknologi yang digunakan ternyata bisa diajarkan kepada anak-anak.

"Padahal anak-anak generasi sekarang sangat digital native, di lain pihak kita ingin mereka bukan hanya pengguna tapi mengerti bagaimana menguasai teknologi tersebut salah satunya tentang AI. Banyak sekali digunakan di sekitar kita misal Google Maps, Personal Assistant atau chatbot, mungkin kita saja yang tidak tahu," ujarnya di sela Visual EdTech Conference 'DisruptED 2021: (BC) Before Corona to After Disease (AD)' dari Sampoerna University, Jumat (5/2/2021).

Untuk materi pembelajaran AI biasanya diperkenalkan oleh Kode Kiddo untuk anak sekolah berusia sekitar kelas 4 SD dengan pertimbangan akan lebih bagus jika anak-anak sudah ada basic pengertian tentang coding dan computer science. Kedua hal ini sudah bisa diajarkan sejak anak duduk di bangku kelas 1.

Lebih lanjut, benar adanya bahwa orangtua tetap harus memastikan anak tidak terlalu lama menghabiskan waktu di depan layar, tetapi selain itu ada juga yang harus diperhatikan. Yakni memastikan anak menghabiskan waktu untuk kegiatan positive screen time sehingga anak bisa menghasilkan karya dengan hal-hal positif.

Nah, di era pandemi yang membuat metode pembelajaran dilakukan secara online, sebenarnya ada keuntungan di mana anak menjadi lebih akrab dengan teknologi. Dari sini, minat terhadap teknologi bisa dilakukan.

"Materinya harus terasa menyenangkan bahkan merasa ter-challenge. It quite easy to deliver with any kind of media. Melalui zoom misalnya, itu sangat mudah. Kita bisa lihat anak-anak lebih bisa terinspirasi," ucapnya.

"Di sesi saya, saya akan bisa menjelaskan apa itu AI dan menjelaskan. Beberapa tahun lalu, konsep coding banyak berasumsi coding sangat susah hanya bisa diterapkan untuk anak yang kerja di IT tapi dengan platform yang cocok dan sesuai untuk anak malah bisa jadi menyenangkan," pungkas Meilani.

Sesi Meilani mengenai 'Perkenalan Kecerdasan Buatan dan Pembelajaran Mesin untuk Anak-Anak: Kenapa Mesti Dilakukan Sekarang?' akan dilaksanakan dalam acara DisruptED 2021 secara online.



Simak Video "Singgung Space War, Jokowi Ingin BPPT Jadi Pusat Kecerdasan RI"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)