Alasan Twitter Depak Trump: Cemas Kerusuhan Bersenjata

Alasan Twitter Depak Trump: Cemas Kerusuhan Bersenjata

Fino Yurio Kristo - detikInet
Sabtu, 09 Jan 2021 12:00 WIB
Sejak perhitungan suara pemilihan Presiden dan Wapres AS 2020 dimulai, ada saja cerita uniknya. Salah satunya adalah klaim kemenangan.
Donald Trump. Foto: AP Photo/Alex Brandon
Jakarta -

Akun @realDonaldTrump telah diblokir untuk selamanya oleh Twitter. Presiden Donald Trump selaku pemiliknya dianggap kembali melakukan pelanggaran sehingga Twitter melakukan langkah tegas itu. Apa pemicu akun Trump dicekal secara permanen?

Dikutip detikINET dari CNBC, Twitter cemas bahwa cuitan terkini oleh Trump bisa diinterpretasikan sebagai dukungan bagi para perusuh dan adanya kabar akan ada protes dari pendemo bersenjata pada tanggal 17 Januari mendatang di gedung Capitol. Pasalnya, isu terkait demonstrasi itu juga sudah banyak beredar di Twitter.

"75 juta patriot Amerika yang memilih saya, AMERICA FIRST, dan MAKE AMERICA GREAT AGAIN, akan memiliki suara raksasa sampai panjang ke masa depan. Mereka tidak akan diremehkan atau diperlakukan tidak adil dalam wujud apapun," sebut Trump di Twitter beberapa saat sebelum dicekal.

Trump kemudian mencuit lagi bahwa dia tidak akan datang ke pelantikan presiden Joe Biden di tanggal 20 Januari. Twitter pun memberi penjelasan bahwa tweet dari sang presiden tersebut bisa menimbulkan bahaya.

"Tweet itu harus dibaca dalam konteks peristiwa yang lebih luas dan bagaimana pernyataan sang presiden bisa dimobilisasi oleh audiens yang berbeda, termasuk untuk memicu kekerasan, demikian juga dalam konteks kebiasaan dari akun ini dalam beberapa minggu belakangan,"sebut Twitter.

"Setelah review mendalam tweet terkini dari @realDonaldTrump dan konteksnya, terutama bagaimana penerimaan dan interpretasinya di Twitter, kami secara permanen menangguhkan akun itu terkait risiko bisa jadi pemicu kekerasan lebih lanjut," tambah mereka lagi.

Twitter menilai cuitan sang presiden melanggar aturan Glorification of Violence Policy. Pernyataan bahwa dia tidak akan hadir dalam pelantikan bisa saja dianggap sebagai konfirmasi bahwa Pilpres AS tidak sah dan menjadi sinyal bagi sebagian pendukung Trump untuk kembali rusuh.

Begitulah, akun Trump akhirnya dilarang oleh Twitter secara permanen. Akun tersebut ketika ditutup memiliki sekitar 88 juta follower.



Simak Video "Akun Twitter Donald Trump Ditangguhkan Secara Permanen"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/agt)