Aplikasi Parler Favorit Pendukung Trump Disikat Google

Aplikasi Parler Favorit Pendukung Trump Disikat Google

Agus Tri Haryanto - detikInet
Sabtu, 09 Jan 2021 09:07 WIB
Richard Barnett, a supporter of US President Donald Trump sits inside the office of US Speaker of the House Nancy Pelosi as he protest inside the US Capitol in Washington, DC, January 6, 2021. - Demonstrators breeched security and entered the Capitol as Congress debated the a 2020 presidential election Electoral Vote Certification. (Photo by SAUL LOEB / AFP)
Kerusuhan di gedung Capitol. Foto: AFP/SAUL LOEB
Jakarta -

Massa pendukung Donald Trump yang menyerbu ke Gedung Capitol rupanya berkomunikasi melalui aplikasi media sosial bernama Parler. Google pun dengan tegas langsung memblokir layanan Parler dari Play Store.

Sebelumnya para perusahaan teknologi yang notabene memiliki berbagai layanan online didesak untuk segera menghapus aplikasi yang dinilai kurang moderat dan memuat konten kekerasan di dalamnya, salah satunya adalah Parler tersebut.

Parler adalah aplikasi sayap kanan yang dimanfaatkan para pendukung Trump. Adapun informasi pemblokiran Parler di Play Store ini diungkapkan oleh reporter Politico Cristiano Lima seperti dikutip detikINET dari The Verge, Sabtu (9/2/2021).

Dalam tangkapan layar yang diposting Cristiano Lima di akun Twitter miliknya, Juru Bicara Google menyebutkan bahwa pemblokiran Parler ini semata untuk melindungi keamanan pengguna mereka yang memakai Play Store.

"Kami mengetahui adanya postingan di aplikasi Parler yang berupaya untuk menghasut kekerasan yang terus berlangsung di Amerika Serikat," ujar Google.

Google menyadari bahwa langkah yang diambilnya ini tentu akan memicu perdebatan. Sementara di sisi lain, pemilik aplikasi sulit untuk menghapus semua konten yang melanggar.

Akan tetapi, berdasarkan kebijakan lama perusahaan yang mewajibkan aplikasi melihat konten untuk melakukan moderasi dan tindakan terhadap konten yang melanggar, seperti postingan memicu kekerasan, maka aksi pelarangan Parler pun dilakukan.



"Mengingat ancaman pada keamanan publik yang sedang berlangsung dan hal ini mendesak, maka kami menangguhkan dari Play Store hingga dapat mengatasi permasalahan ini," ucap Google.

Para perusuh yang menyerbu Gedung Capitol diketahui berasal dari massa pendukung Presiden AS Donald Trump yang kecewa terhadap hasil Pilpres AS 2020. Aksi tersebut bertepatan dengan saat Kongres AS tengah menggelar sidang pengesahan kemenangan Presiden terpilih AS, Joe Biden, di gedung yang sama.



Simak Video "Tak Ada Jalan Bagi Donald Trump untuk Kembali Lagi ke Twitter"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)