TikTok Bersih-bersih Massal Akun Konten Dewasa

TikTok Bersih-bersih Massal Akun Konten Dewasa

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 18 Des 2020 17:02 WIB
FILE - In this July 21, 2020 file photo, a man opens social media app TikTok on his cell phone, in Islamabad, Pakistan. President Donald Trump said Saturday, Sept. 19, 2020 he’s given his “blessing” to a proposed deal between Oracle and Walmart for the U.S. operations of TikTok, the Chinese-owned app he’s targeted for national security and data privacy concerns. (AP Photo/Anjum Naveed, File)
TikTok Bersih-bersih Massal Akun Konten Dewasa. Foto: AP/Anjum Naveed
Jakarta -

Para kreator OnlyFans mendapati TikTok menghapus akun-akun mereka secara massal dalam beberapa bulan terakhir dengan alasan melanggar kebijakan terkait konten yang bersifat ketelanjangan dan sex.

OnlyFans sendiri adalah aplikasi atau platform berbayar, di mana pengguna bisa menjual konten foto atau video dewasa. Rolling Stone melaporkan, dari sebagian kreator OnlyFans yang diwawancara, semuanya mengatakan video mereka tidak melanggar kebijakan TikTok. Mereka yakin penghapusan ini karena keterangan pada bio mereka ditautkan ke akun OnlyFans, baik secara langsung maupun aplikasi pihak ketiga.

Dikutip dari Gizmodo, pedoman komunitas TikTok melarang pengguna untuk memposting atau berbagi konten telanjang atau seksual eksplisit. Aturannya yang melarang eksploitasi seksual baru-baru ini diperluas dengan menyertakan istilah "konten yang menggambarkan, mempromosikan, atau mengagungkan permintaan seksual, termasuk menawarkan atau meminta pasangan seksual, obrolan atau gambar seksual, layanan seksual, konten seksual premium, atau sexcamming."

Namun lagi-lagi, banyak kreator yang mengaku kepada Rolling Stone bahwa akun mereka telah dihapus pada bulan November, sebelum TikTok memperbarui pedomannya. Terlepas dari itu, mereka juga mengaku tidak menyertakan tautan langsung ke akun OnlyFans mereka di akun TikTok, sehingga penghapusan massal akun-akun para kreator konten dewasa ini dipertanyakan.

Ally Hardesty, seorang kreator konten dewasa yang punya 40.000 follower di TikTok sebelum akunnya dihapus, mengatakan bahwa dirinya cukup tahu diri ketika memposting sesuatu sesuai dengan platformnya.

"Saya benar-benar berniat menjaga pakaian atau apapun yang saya kenakan, sangat berbeda antara di OnlyFans dengan TikTok. Di TikTok saya hanya suka menari dengan teman-teman dan semacamnya," ujarnya.

Ketika akunnya dihapus berbarengan dengan para kreator konten OnlyFans lainnya, TikTok menyebut aksi "bersih-bersih" tersebut dilakukan dengan alasan kebijakan terkait larangan konten ketelanjangan dan aktivitas seksual. Namun Hardesty yakin TikTok menghapus akunnya karena dia menautkan akun OnlyFans di bio TikTok-nya.

"Benar-benar mengecewakan. Bisa-bisanya TikTok menghapus akun kami tanpa peringatan karena apa yang kami lakukan di situs lain yang tidak terkait dengan TikTok," kata Hardesty.



Simak Video "TikTok Cash Diblokir Kominfo!"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)