Cara Synchronize Fest dan Prambanan Jazz Adaptasi di Tengah Pandemi

d'Youthizen Virtual Class

Cara Synchronize Fest dan Prambanan Jazz Adaptasi di Tengah Pandemi

Aisyah Kamaliah - detikInet
Kamis, 10 Des 2020 16:40 WIB
Aksi panggung Fourtwnty saat tampil di Prambanan Jazz 2020 di komplek Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (31/10/2020). Prambanan Jazz Virtual Festival kali ini dilaksanakan secara daring untuk mencegah penyebaran COVID-19.
Cara adaptasi Prambanan Jazz dan Synchronize Fest di tengah pandemi COVID-19 (Foto: PIUS ERLANGGA/detikcom)
Jakarta -

Synchronize Festival dan Prambanan Jazz adalah dua festival musik ternama di Indonesia. Keduanya membagikan kisah bertahan di tengah pandemi dan memanfaatkan digital.

Anas Syahrul Alimi otak di balik Prambanan Jazz membagikan ceritanya dalam kuliah online 'd'Youthizen Virtual Class bersama Vivo V20 | V20 SE', Kamis (10/12/2020).

"Ada yang menarik, kebetulan Prambanan Jazz 3 Januari 2020 lauching e-ticket dan ternyata abis itu kita mengalami pandemi. Saya juga sudah mulai berpikir kayaknya kebiasaan akan berubah ke online," tutur Anas.

Beradaptasi dengan adanya pandemi, Anas dan tim akhirnya memutuskan Prambanan Jazz dilaksanakan secara virtual yang ditayangkan selama dua hari dengan durasi 14 jam. Namun agar suasana tetap terjaga, artis yang mengisi acara tetap harus datang ke lokasi candi.

"Kenapa harus live? Kita ingin mengobati rasa kangennya penonton ke Candi Prambanan. Era digital nggak bisa menolak, memang harus merespon," ucapnya.

Selain Anas, ada juga Direktur Program Synchronize Festival Kiki Aulia 'Ucup' yang hadir. Ia mengatakan bahwa peranan digital, terlebih di era pandemi, memberikan manfaat yang luar biasa.

"Kalau dulu tahun sebelum era digital buat acara promosinya spend gede, sekarang lebih mudah karena penyelenggara punya media sendiri untuk promosi bisa komunikasinya direct meskipun peranan media juga penting. Keluhan penonton, tata cara, susah kalau informasi dituangkan dalam satu poster," ungkapnya.

Kata Ucup, 2020 adalah tahunnya untuk berpikir keras. Untungnya, manusia bakatnya bertahan hidup dan mencari solusi. Meski sempat pede akan tetap dilaksanakan offline dan sempat berubah konsep, pada akhirnya Synchronize Festival membatalkan pagelaran offline.

"Egois banget kalau melakukan secara offline. Daripada maksain dan rasanya nggak lepas, kita inovasi. Kita tidak mau virtual konser, akhirnya kita mau tampilkan di TV nasional," tutupnya.

d'Youthizen Virtual Class disponsori oleh vivo V20 | V20 SE. Kini vivo V20 | V20 SE dapat dibeli melalui layanan Whatsapp atau delivery service dari vivo Indonesia. Dan dapatkan juga promo menarik hanya di Toko Resmi vivo Indonesia melalui platform e-commerce. Cek info lebih lanjutnya di vivo.com/id sekarang.



Simak Video "Update Covid-19 RI 28 November 2021: Tambah 264 Kasus, 275 Sembuh"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)