Facebook Bersiap Jika Pilpres AS 2020 Berakhir Rusuh

Facebook Bersiap Jika Pilpres AS 2020 Berakhir Rusuh

Virgina Maulita Putri - detikInet
Selasa, 03 Nov 2020 18:07 WIB
Ilustrasi Facebook
Facebook Bersiap Jika Pilpres AS 2020 Berakhir Rusuh Foto: Reuters
Jakarta -

Facebook mempersiapkan diri jika pemilihan presiden Amerika Serikat pada 3 November diwarnai dengan kerusuhan. Mereka akan menggunakan sistem internal yang sebelumnya pernah digunakan di negara berisiko.

Dikutip detikINET dari The Verge, Selasa (3/11/2020) rencana ini termasuk memperlambat penyebaran postingan saat mulai viral, mengubah algoritma news feed dan mengubah aturan tentang jenis konten yang berbahaya dan harus dihapus.

Strategi seperti ini sebelumnya pernah digunakan Facebook untuk meredam kerusuhan etnis dan politik di negara berisiko seperti Sri Lanka dan Myanmar.

Sistem ini hanya akan digunakan jika terjadi kekerasan yang terkait dengan pilpres atau keadaan serius lainnya. Tapi beberapa pegawai Facebook khawatir jika penyebaran konten viral diperlambat justru akan menyembunyikan diskusi politik yang sah.

Cara Facebook memoderasi konten di tengah situasi yang memanas pernah beberapa kali dikritik. Salah satunya saat mereka tidak mampu membendung ujaran kebencian terhadap umat Islam di Rohingya, Myanmar yang berujung pada krisis kemanusiaan pada tahun 2017.

Dalam blog yang diunggah pada September lalu, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan Pilpres AS 2020 tidak akan berjalan seperti biasa. Ia mengatakan khawatir akan ada peningkatan risiko kerusuhan di AS mengingat kondisi negara yang terbelah dan hasil pilpres yang membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk diumumkan.

Selain sistem moderasi konten di atas, Facebook juga menerapkan beberapa kebijakan untuk memastikan Pilpres AS 2020 berjalan dengan lancar. Seminggu sebelum pilpres dimulai, mereka tidak lagi menerima iklan politik baru.

Platform media sosial itu juga menyediakan pusat informasi untuk pemilih di bagian atas feed Facebook dan Instagram, serta berencana menyediakan hasil pemilihan resmi berkat kerjasama dengan Reuters.

Facebook juga akan menandai postingan yang mengklaim kemenangan secara prematur, sekaligus menghapus postingan yang berisi misinformasi tentang COVID-19 dan pilpres. Mereka juga akan melarang semua bentuk iklan politik di AS setelah Pilpres 3 November hingga waktu yang belum ditentukan.



Simak Video "Kisah Joe Biden, Capres AS yang Lalui Banyak Drama Kehidupan "
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)