Oreo Bangun Bunker Tahan Asteroid di Kutub Utara

Oreo Bangun Bunker Tahan Asteroid di Kutub Utara

Adi Fida Rahman - detikInet
Kamis, 29 Okt 2020 15:09 WIB
Bungker Oreo
Bunker Oreo di Kutub Utara. Foto: Oreo
Jakarta -

Ancaman asteroid yang menghantam Bumi dan menyebabkan bencana global telah menginspirasi beberapa kelompok untuk membangun bunker. Tidak hanya melindungi para penyintas, tetapi juga untuk memastikan keamanan tumbuhan dan hewan tertentu.

Demikian pula Oreo, mereka membangun bunker untuk memastikan biskuitnya yang jadi camilan populer semua orang di muka Bumi ini dapat bertahan melewati kemungkinan serangan asteroid.

Proyek bernama Global Oreo Vault ini sendiri bermula dari sebuah tweet dari penggemar mereka bernama Olivia Gordon pada 3 Oktober. Olovia menanyakan,"Jika asteroid yang muncul saat pemilu mencapai Bumi, siapa yang akan menyelamatkan Oreo?"

Ternyata Oreo pun menjawab dengan membuat sebuah bunker yang yg terinspirasi dari Gudang Benih Global di Svalbard, Norwegia. Gudang tersebut merupakan fasilitas penyimpanan berbagai benih yang telah dirancang dan dibangun untuk tahan terhadap bencana alam maupun akibat ulah manusia.

Bunker milik Oreo ini dibangun di permafrost pada koordinat 78 ° 08'58.1 "LU, 16 ° 01'59.7" BT. Ternyata posisinya tidak jauh dari Gudang Benih Global.

Biskuit Oreo yang dibungkus dengan mylarBiskuit Oreo yang dibungkus dengan mylar Foto: undefined

Dalam bunkernya, Oreo menyimpan biskuitnya. Sebagai tindakan tambahan, kemasan Oreo dibungkus dengan mylar yang dapat menahan suhu dari -62 ° C hingga 148 ° Celcius.

Selain itu tahan terhadap reaksi kimia, kelembapan, dan udara, menjaga cookie tetap segar dan terlindungi selama bertahun-tahun yang akan datang.

Oreo turut menyimpan botol susu bubuk dalam bunkernya itu. Kabarnya hanya perlu ditambahkan salju sebelum siap untuk dicelupkan Oreo.

Terkait asteroid sendiri sebelumnya dikabarkan kalau benda angkasa ini akan jatuh ke Bumi sehari sebelum diselenggarakannya Pemilihan Presiden atau Pilpres AS.

"Asteroid 2018VP1 (namanya), batu antariksa yang sebesar sebuah kulkas, meluncur dengan cepat pada kecepatan 25 ribu mil per jam. Mungkin masuk ke Bumi pada 2 November, sehari sebelum pemilihan presiden," terang fisikawan terkenal Neil deGrasse Tyson di Instagram.

AsteroidIlustrasi asteroid Foto: Brainberries

Akan tetapi Tyson menambahkan, warga tidak perlu resah. Pasalnya asteroid itu ukurannya terhitung kecil untuk menimbulkan bencana. "Tidak cukup besar untuk menyebabkan kerusakan. Jadi andai dunia berakhir di 2020, itu bukan karena kesalahan alam semesta," tambah dia.

Jauh-jauh hari, NASA juga sudah menyatakan tidak perlu ada yang ditakutkan, apalagi peluang asteroid itu menimpa Bumi dengan memasuki atmosfer hanyalah sekitar 0,41%. Itupun kemungkinan batu angkasa ini akan hancur sebelum menembus Bumi.

"Obyek kecil yang mendekati Bumi tidaklah sesuatu yang langka dan meskipun benda dengan ukuran semacam ini akan menuju Bumi, kemungkinan ia tidak akan bertahan pada saat melintasi atmosfer Bumi," cetus Donald Yeomans, periset senior NASA.



Simak Video "Catat! Ada 2 Asteroid akan Mendekati Bumi Besok"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/afr)