Digitalisasi Aksara Jawa Diperkirakan Selesai Desember 2020

Digitalisasi Aksara Jawa Diperkirakan Selesai Desember 2020

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kamis, 22 Okt 2020 21:47 WIB
Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) menggelar kompetisi pembuatan situs web berdomain aksara Jawa atau hanacaraka.
Digitalisasi Aksara Jawa (Foto: Pandi)
Jakarta -

Digitalisasi aksara Jawa diharapkan sudah bisa diakses dan tersedia di perangkat mobile pada Desember 2020. Digitalisasi aksara tersebut merupakan bentuk pelestarian budaya lokal agar bisa tetap hidup dan mengikuti zaman.

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta berkomitmen berperan aktif dalam pelestarian, pembinaan, dan pengembangan aksara Jawa, khususnya di dunia maya. Digitalisasi aksara Jawa dinilai akan memudahkan proses pembinaan dan pengembangan aksara tersebut.

Sumadi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan Yogyakarta menjelaskan, pesatnya perkembangan teknologi berperan penting bagi pelestarian aksara Jawa saat ini. Perkembangan tersebut bisa dikelola dan dikembangkan lebih baik lagi.

"Isu digitalisasi aksara Jawa merupakan sesuatu yang menjadi perhatian khusus. Berapa banyak masyarakat Jawa sekarang mengetahui bahwa aksaranya terdaftar dan memiliki slot Unicode A980 - A9DF," ujar Sumadi dalam keterangannya, Kamis (22/10/2020).

"Oleh karena itu, dinas kebudayaan berkomitmen ikut mengawal perkembangan isu digitalisasi aksara Jawa melalui gelaran Kongres Aksara Jawa I Yogyakarta," ucapnya menambahkan.

Untuk merealisasi hal itu, Dinas Kebudayaan DIY bekerjasama dengan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi). Pengajuan enkripsi aksara Jawa di internet menjadi sebuah dominan agar bisa diakses secara digital didukung penuh.

"Sama-sama mengawal proses pengajuan aksara Jawa ke ICANN agar bisa terenkripsi dan digunakan di dunia digital," sebut Deputi Marketing, Kerjasama, dan Pengembangan Usaha Pandi, Gunawan Tyas Jatmiko.

Digitalisasi Aksara NusantaraDigitalisasi Aksara Nusantara Foto: Pandi

Disampaikan Sumadi bahwa pihaknya mencoba mengambil peranan strategis dengan menggelar Kongres Aksara Jawa I dengan mengangkat isu digitalisasi aksara Jawa dan unicodisasi aksara Jawa.

Ketua Tim Kongres Aksara Jawa I Yogyakarta Setya Amrih Prasaja mengungkapkan, isu-isu di gelaran Kongres Aksara Jawa I adalah globalisasi dan digitalisasi aksara Jawa.

"Respons dari para pengguna dunia digital atau native digital sangat tinggi, begitu juga dari kalangan urban digital, juga sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini. Apalagi kegiatan ini merupakan kongres I di era kemerdekaan yang fokus membahas isu-isu keberaksaraan," ucapnya.

Rully Andriadi, Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Permuseuman menambahkan banyak kegiatan dan kerja sama yang sudah difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan DIY. Misalnya, workshop Dluwang, untuk pembinaan penulisan aksara Jawa dengan media dluwang paper mulberry (Broussonetia papyryfera Vent). Kemudian kerjasama dengan Komunitas Aksara Jawa Segajabung untuk pengenalan dan pemanfaatan aksara Jawa dalam ranah digital.

Rully melanjutkan, Disbud DIY akan menggelar selebrasi enskripsi aksara Jawa, yang mana selebrasi tersebut merupakan puncak acara dari hasil pengajuan enkripsi yang diupayakan oleh Pandi.

"Selebrasi akan dilaksanakan pada awal Desember tahun ini dan dihadiri langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X disertai persembahan tari yang khusus dipersiapkan untuk momen selebrasi tersebut," ujarnya.



Simak Video "Domain Internet dengan Aksara Jawa 'Hanacaraka' Bakal Diluncurkan"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)