Digitalisasi Aksara Nusantara Pakai IDN - ccTLD, Apa Itu?

Digitalisasi Aksara Nusantara Pakai IDN - ccTLD, Apa Itu?

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 19 Okt 2020 17:36 WIB
Digitalisasi Aksara Nusantara
Digitalisasi Aksara Nusantara. Foto: Pandi
Jakarta -

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) menyebutkan digitalisasi aksara nusantara nantinya akan menggunakan domain internet khusus, yaitu Internationalized Domain Name - country code Top Level Domain (IDN - ccTLD), apa itu?

Pandi yang sedang menggalakkan digitalisasi aksara nusantara, baru saja mendapat dukungan dari pemerintah yang dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

"Pandi bertekad menjadikan seluruh aksara daerah di Indonesia yang masih bisa terlacak jejaknya untuk dijadikan alternatif nama domain internet atau dalam istilah spesifiknya adalah IDN - ccTLD dan bersama dengan komunitas penggiat aksara, akan mendigitisasikan aksara yang belum terdaftar di Unicode," tutur Ketua Umum Pandi Yudho Giri Sucahyo dalam keterangan tertulisnya.

Untuk digitalisasi aksara nusantara tersebut, yakni dengan mendaftarkan aksara ke Unicode, standar dalam dunia komputer untuk pengkodean (encoding) karakter tertulis dan teks yang mencakup hampir semua sistem penulisan yang ada di dunia. Dengan Unicode, pertukaran data teks dapat terjadi universal dan konsisten.

Yudho mengatakan bahwa saat ini proses digitalisasi aksara nusantara, khususnya untuk Jawa sudah hampir rampung, dan sudah masuk ke tahap selanjutnya.

"Dalam balasan yang kami terima dari ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers), saat ini progres digitalisasi aksara jawa sudah mencapai 80%, dan masuk dalam tahap peninjauan stabilitas DNS yang kita punya," ungkapnya.

Untuk IDN - ccTLD aksara jawa, Yudho memprediksi rampung pada akhir tahun ini, kemudian dilanjutkan peresmian di Keraton, Yogyakarta.

"Jika tidak ada hambatan, semoga aksara jawa sudah menjadi salah satu alternatif ccTLD (country code Top Level Domain) pada Desember ini, dan kami bekerjasama dengan pihak Keraton untuk menggelar acara selebrasi terkait hal ini," ucap Yudho.

Dalam rangka meningkatkan literasi aksara daerah, saat ini Pandi bersama pegiat aksara Jawa dan Sunda sudah menggelar lomba pembuatan website dengan konten aksara daerah tersebut.

Lebih lanjut Yudho menambahkan, upaya digitalisasi aksara nusantara lainnya akan segera menyusul untuk didaftarkan. Setelah aksara Jawa sudah bisa terdigitisasi di internet, dilanjutkan pendaftaran aksara lainnya pada tahun 2021 mendatang.

"Ada sekitar 2 atau 3 aksara yang akan didaftarkan, yaitu Sunda, Lontara menyusul Bali, disusul aksara Rejang, Pegon, Kawi dan lainnya pada tahun tahun berikutnya," pungkas Yudho.



Simak Video "Domain Internet dengan Aksara Jawa 'Hanacaraka' Bakal Diluncurkan"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)