Twitter Beberkan Penyebab Down Pagi Ini

Twitter Beberkan Penyebab Down Pagi Ini

tim - detikInet
Jumat, 16 Okt 2020 12:50 WIB
LONDON, ENGLAND - NOVEMBER 07:  In this photo illustration, the Twitter logo and hashtag #Ring! is displayed on a mobile device as the company announced its initial public offering and debut on the New York Stock Exchange on November 7, 2013 in London, England. Twitter went public on the NYSE opening at USD 26 per share, valuing the companys worth at an estimated USD 18 billion.  (Photo by Bethany Clarke/Getty Images)
Foto: GettyImages
Jakarta -

Twitter down sempat melanda di sejumlah negara berbagai penjuru dunia. Twitter pun mengungkapkan alasan mengapa layanannya tumbang.

Setelah mengetahui ada persoalan, yang mana layanan mikroblogging itu tidak bisa diakses pengguna, Twitter langsung berkicau bahwa mereka sedang berupaya menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya.

Sesaat usai Twitter tumbang, media sosial berlogo burung ini mendeteksi bahwa ada masalah sistem internal. Rupanya masalah tersebut terjadinya perubahan sistem yang berdampak layanan kepada pengguna.

"Pemadaman ini disebabkan oleh perubahan sistem yang dimulai lebih awal dari yang direncanakan, yang mempengaruhi sebagian besar server kami," ujar Twitter lewat akun @TwitterSupport, Jumat (16/10/2020).



Selanjutnya, Twitter langsung memperbaiki permasalah yang bikin Twitter tumbang. Dan, pada akhirnya, platform mikroblogging tersebut sudah bisa diakses lagi oleh pengguna.

Sebelumnya, Twitter down dilaporkan netizen di sejumlah negara. Masalah ini menyebabkan jutaan pengguna tidak dapat memposting kicauan.

Setiap kali akan memposting selalu saja muncul keterangan 'Overcapacity' atau kerap pula menampilkan 'Oops, something went wrong'.

Berdasarkan peta sebarannya, Twitter down cukup banyak negara yang berdampak. Paling terparah Amerika Serikat, Inggris, sebagian negara di Eropa, Jepang, Filipina dengan ditandai dengan warna merah pada peta.

Untuk diketahui ini bukan kali pertama layanan Twitter tumbang. Tercatat pada Juli 2019, media sosial garapan Jack Dorsey ini sempat tidak dapat diakses oleh seluruh pengguna selama satu jam, baik di perangkat seluler maupun desktop.

Terkait masalah keamanan, pada pertengahan tahun ini Twitter mengalami serangan terkoordinasi besar-besaran pada akun profil ternama dari kalangan selebriti, politisi, raksasa teknologi, dan perusahaan Silicon Valley. Peretasan yang terjadi 15 Juli itu menargetkan sekitar 130 akun.



Simak Video "Tumbang di Banyak Negara, Twitter Beri Penjelasan"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)
Debat Capres AS